Menteri Ara Ungkap Sektor Swasta Bangun 2.000 Rumah buat Korban Bencana Sumatra
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan, sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial (corporate social responsibilty/CSR) menyatakan komitmen untuk membangun 2.000 rumah bagi warga terdampak bencana di Pulau Sumatra.
Ara mengatakan komitmen tersebut diterima setelah melakukan kunjungan kerja ke Aceh beberapa hari lalu. “CSR-CSR sudah ada yang berkomitmen membantu membangun 2.000 rumah untuk korban saudara-saudara kita di Sumatra,” ungkapnya di kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga
Pertamina Perkuat Distribusi BBM dan LPG ke Wilayah Terisolasi Aceh Tengah
Namun demikian, Ara tak memperinci perusahaan yang turut membangun hunian bagi penyintas bencana banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut.
Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyatakan kesiapan pemerintah mencabut hak guna usaha (HGU) apabila diperlukan untuk penyediaan hunian bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh.
Pernyataan tersebut menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta koordinasi antara Kementerian ATR/BPN dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penyediaan lahan relokasi.
“Ya siap, enggak masalah. Artinya kalau masyarakat membutuhkan hunian tetap dan tidak ada lahan tersedia, nanti kita akan minta lahannya para pengusahaan, lahan negara, yang hari ini menjadi HGU-HGU di kota tersebut. Kita sediakan, nanti itu juga tidak ada masalah,” tegas Nusron saat ditemui di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Baca Juga
Listrik di Aceh Belum Pulih 100%, Bahlil: Banyak Hal Tak Terduga Terjadi
Saat ditanya mengenai perkembangan identifikasi lokasi, Nusron menyebut proses survei belum dilakukan. “Belum. Lokasinya belum (survei) di 52 kabupaten/kota terdampak. Insyaallah (secepatnya) lah,” katanya.

