Eksekusi Arahan Prabowo, Menteri Ara Mulai Bangun 200 Hunian Tetap Korban Bencana di Sibolga
Poin Penting
|
SIBOLGA, Investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (Ara) memulai pembangunan 200 rumah hunian tetap (huntap) bagi warga korban bencana di Kota Sibolga, Sumatra Utara (Sumut), Minggu (21/12/2025). Pembangunan ini menandai dimulainya relokasi permanen bagi masyarakat terdampak, sekaligus menjadi langkah percepatan pemulihan agar warga tidak lagi bergantung pada hunian sementara.
Program tersebut dijalankan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh jajaran pemerintah bekerja cepat dalam penanganan pascabencana. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan setempat dilibatkan sejak awal untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menteri Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap di Sibolga dimulai bersamaan dengan dukungan penuh dari pemerintah kota dan DPRD. Ia menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar rencana, melainkan langsung dieksekusi untuk menjawab kebutuhan warga.
“Mohon doa di Kota Sibolga kami juga memulai pembangunan hunian tetap untuk saudara kita korban bencana. Tuhan Memberkati kita semua,” kata Maruarar dalam Instagram pribadinya @maruararsirait dipantau Investortrust.id, Minggu.
Pembangunan huntap di Sibolga ini merupakan bagian dari dukungan pihak nonpemerintah yang digalang Kementerian PKP. Pada tahap pertama, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 2.600 unit hunian yang tersebar di tiga provinsi, yakni 1.000 unit di Aceh, 1.000 unit di Sumut, dan 600 unit di Sumatra Barat.
Baca Juga
Khusus di Sumut, pada tahap awal, Kementerian PKP akan membangun 200 hunian di Sibolga, 118 di Tapanuli Tengah (Tapteng), 103 di Tapanuli Utara (Taput), dan 227 di Tapanuli Selatan (Tapsel). Di Sibolga, lokasinya berada di area GOR Olahraga Sibolga, untuk Tapteng Kawasan Asrama Haji Pinangsori, Taput di Desa Sibalanga dan Tapsel di Kebuh Hapesong PTPN IV.
Menteri Ara mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang dinilai sigap dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci percepatan pembangunan. “Wali Kota Sibolga ok, ketua DPRD oke, bekerja cepat dan berjuang untuk rakyat,” ujar Maruarar.
Dalam kesempatan yang sama, Maruarar menegaskan bahwa pembangunan yang dimulai di Sibolga adalah hunian tetap, bukan hunian sementara. Pemerintah menargetkan seluruh 200 unit rumah dapat segera dibangun agar warga memiliki tempat tinggal yang layak dan aman. “Di sini kita mulai hari ini pembangunan hunian tetap bukan hunian sementara, 200,” kata Maruarar.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan tersebut merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo. Pemerintah, menurut dia, tidak boleh menunda pekerjaan meski masih terdapat berbagai keterbatasan di lapangan. “Sesuai arahan Presiden Prabowo kita harus bekerja cepat,” ujarnya.
Maruarar mengakui bahwa dalam pelaksanaan program selalu ada tantangan dan kekurangan. Namun, ia menegaskan pemerintah memilih memulai pekerjaan terlebih dahulu sambil menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah jalan. “Masalah masalah lain tentu ada kekurangan, kita selesaikan, yang penting kita mulai,” katanya.
Maruarar juga menyinggung kebijakan penguasaan negara atas tanah dan sumber daya alam untuk kepentingan rakyat. Ia menyebutkan bahwa dalam kurun waktu lebih dari 1 tahun terakhir, negara telah mengambil kembali jutaan bidang tanah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan sesuai aturan.
“Saya ingin menceritakan sudah 4 juta lebih ya tanah-tanah yang selama ini ilegal, sudah dikuasai kembali oleh negara dalam waktu 1 tahun 2 ulan jadi beliau selalu mengatakan Pasal 33 bagaimana bumi, air ya ekonomi Indonesia itu sebesar-besarnya dikuasai dan untuk kepentingan rakyat, termasuk di sini kalau ada yang merusak lingkungan, kalau ada yang melanggar hukum, negara pada waktunya akan mengambil untuk kepentingan rakyat tanpa ragu-ragu,” ujar Maruarar.
Baca Juga
Menteri Ara Mulai Bangun 103 Hunian Tetap di Tapanuli Utara, Bagian Program 2.603 Rumah di Sumatra
Pelaksanaan groundbreaking ini turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya, hingga kepala daerah terdampak bencana, seperti Wali Kota Sibolga.
Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait bersama Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi, Sugianto Kusuma (Aguan) menyiapkan pembangunan 2.603 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra. Pembangunan 2.603 unit huntap tersebut seluruhnya bersumber dari dana corporate social responsibility (CSR) dan tidak menggunakan APBN.
“Total ada 2.603 unit hunian tetap yang dibangun tanpa APBN. Sebanyak 2.500 unit didukung Yayasan Buddha Tzu Chi dan 103 unit merupakan inisiatif pribadi saya,” ungkap Ara beberapa waktu lalu.

