MRT Jakarta Luncurkan Program Pemberdayaan Lewat Daur Ulang Pakaian
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT MRT Jakarta (Perseroda) meluncurkan program "Menjahit Perjalanan: Merayakan Perjalanan, Menyatukan Kota, dan Menghidupkan Karya" sebagai inisiatif pemberdayaan masyarakat di sepanjang jalur MRT, berkolaborasi dengan Yayasan Teman Hebat Berkarya. Program ini fokus mengolah pakaian bekas menjadi produk bernilai melalui keterlibatan penyandang disabilitas hingga ibu-ibu dari komunitas sekitar.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat mengatakan, program ini dirancang sebagai ruang inklusif bagi masyarakat untuk berkarya. “Dampaknya luar biasa bagi mereka yang sangat membutuhkan, terutama para disabilitas, para mahasiswa, dan semua warga yang berada di sekitar jalur MRT,” kata Tuhiyat dalam acara MRT Sejahtera Pemberdayaan Masyarakat di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Sejak persiapan program pada Agustus 2025, kata Tuhiyat, lebih 400 potong pakaian termasuk seragam bekas para pegawai MRT Jakarta, telah terkumpul dari sejumlah dropbox awal di empat titik mulai dua dropbox di Depo MRT Jakarta, satu dropbox Wisma Nusantara yang merupakan kantor perusahaan, serta satu dropbox Transport Hub Dukuh Atas.
“Mulai hari ini, masyarakat dan pelanggan seluruh MRT Jakarta bisa mendonasikan pakaian bekas kepada beberapa dropbox yang sudah kami tempatkan di empat stasiun, yaitu Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta, kemudian di Stasiun Benhil (Bendungan Hilir) kita tempatkan juga, kemudian di Stasiun Blok M BCA, dan terakhir kita tempatkan di Stasiun Lebak Bulus,” ungkap Tuhiyat.
Baca Juga
MRT Jakarta Tambah Jam Operasional saat Pertamina Eco Runfest 2025
Dia menegaskan program ini akan berlangsung jangka panjang. “Seterusnya, kita komit terus sepanjang bisa menjadi mereka lebih baik,” jelas Tuhiyat.
Sementara itu, Founder & CEO Yayasan Teman Hebat Berkarya, Aisyah Winna Putri menyampaikan, kolaborasi ini memperkuat pemberdayaan kelompok yang selama ini kurang mendapatkan ruang. “Ini adalah ruang inklusif bahwa disabilitas dan para perempuan bisa berkarya dan berdaya,” ujar dia.
Aisyah menjelaskan, pakaian bekas yang dikumpulkan masyarakat akan dikelola menjadi produk kreatif. Selain melatih keterampilan, langkah ini diharapkan membuka peluang ekonomi bagi kelompok inklusif yang terlibat.
Baca Juga
“Dua hal yang memang sering kita angkat adalah pakaian bekas memang sering dipandang sebelah mata, disabilitas dan para perempuan sering dipandang sebelah mata, lalu kita edukasikan kepada masyarakat bahwa dua hal yang sering dipandang sebelah mata bisa menjadi sesuatu yang berkarya dan bisa berkarya seperti ini,” pungkas dia.
Caption Foto: Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat (empat dari kiri) dan Founder & CEO Yayasan Teman Hebat Berkarya, Aisyah Winna Putri (tiga dari kiri) dalam acara MRT Sejahtera Pemberdayaan Masyarakat di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Foto: investortrust/Rizqi Putra Satria
Caption Foto: Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat (tengah) menyambut Founder & CEO Yayasan Teman Hebat Berkarya, Aisyah Winna Putri (kiri) dalam acara MRT Sejahtera Pemberdayaan Masyarakat di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Foto: investortrust/Rizqi Putra Satria

