Menko Airlangga Berharap Kadin Indonesia Persiapkan Diri Hadapi IEU-CEPA
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi proses ratifikasi Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
“Harapannya, Kadin mempersiapkan diri untuk mendorong kesejahteraan masyarakat di 2026,” kata Airlangga usai menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia, di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Indonesia dan Uni Eropa (UE) resmi menandatangani kesepakatan substantif Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) di Bali, Selasa (23/9/2025). Usai penandatanganan ini, sebanyak 90,40% produk Indonesia, seperti minyak sawit, akan langsung menikmati tarif 0% di pasar Uni Eropa.
Penandatanganan ini menjadi tindak lanjut dari pengumuman kesimpulan CEPA oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen di Belgia pada Juli 2025. Dengan kesepakatan tersebut, Indonesia menjadi negara ketiga di ASEAN setelah Singapura dan Vietnam yang memiliki CEPA dengan Uni Eropa.
Kesepakatan IEU-CEPA mencakup liberalisasi perdagangan barang, jasa, dan investasi. Kedua pihak berkomitmen menghapus tarif pada lebih dari 98% jenis tarif dan 99% dari total nilai impor. Sejak implementasi awal, 90,40% produk Indonesia akan langsung menikmati tarif 0% di pasar Uni Eropa.
Komoditas utama ekspor seperti minyak sawit, kopi, tekstil, pakaian jadi, alas kaki, dan furnitur diproyeksikan meningkat. Selain itu, kesepakatan ini membuka peluang bagi ekspor produk berteknologi tinggi, termasuk ponsel pintar dan peralatan telekomunikasi. Uni Eropa juga menjanjikan fasilitasi perdagangan melalui penyederhanaan prosedur ekspor-impor serta kolaborasi otoritas pabean.
Pemerintah memperkirakan ekspor Indonesia ke Uni Eropa dapat melonjak hingga 60% pada awal implementasi IEU-CEPA. Pertumbuhan ini disertai proyeksi peningkatan pendapatan nasional sebesar USD 2,8 miliar, penciptaan lapangan kerja baru, serta dampak langsung pada sekitar 5 juta tenaga kerja sektor padat karya.
Baca Juga
Menlu: IEU-CEPA Tonggak Strategis Menuju Kemitraan Ekonomi RI-Uni Eropa yang Berkelanjutan
Airlangga juga mengatakan Kadin Indonesia mendorong berbagai program yang sudah ditetapkan pemerintah. Termasuk di antaranya, membangkitkan UMKM di sektor konstruksi.
“UMKM konstruksi ini sudah mendapat banyak peluang dan pemerintah menyediakan dana untuk perumahan sampai Rp 130 triliun,” kata dia.
Airlangga melihat Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada 53,3 cukup ekspansif. Artinya, pengusaha di sektor industri optimistis karena pasar dalam negeri mulai membaik dan persepsi ke depan sudah mulai terlihat.
“Jadi kalau pesawat, kalau tahun 2024 ada headwind, 2026 mudah-mudahan tailwind,” kata dia.
Airlangga berharap sektor industri dapat mendorong pertumbuhan lebih tinggi dari angka dasar yang ditetapkan.
Baca Juga

