Menkop Ferry Ingin Kopdes Jadi Offtaker Hasil Pangan, Tapi Kelengkapan Alat Masih Jadi Kendalanya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono ingin merancang Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih (KKDMP) dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi rakyat, yakni salah satunya adalah sebagai offtaker dari produk-produk hasil pertanian.
Menkop Ferry menyebutkan, koperasi desa yang saat ini sudah terbangun sebanyak 82.000 dapat berperan pada pasca panen dan penyerapan hasil pangan di dalam negerti. Maka dari itu, ia meminta kepada Presiden Prabowo Subianto agar Kopdes Merah Putih juga dilengkapi dengan gudang-gudang.
"Nah koperasi desa nanti harus punya gudang, nanti dilengkapi alat-alat dryer-dryer air itu. Dryer-dryer di desa-desa ini jadi penting, bukan rice milling unit. Jadi yang menjadi masalah kita bukan rice milling, bukan penggilingannya, tapi dryer-dryer di desa-desa," ungkap Ferry, dikutip Sabtu (25/10/2025).
Pasalnya, menurut Ferry, hingga saat ini penyerapan produk pertanian pascapanen menjadi hal penting untuk diperhatikan, dan belum didukung oleh berbagai alat-alat yang memadai, dan menunjang kualitas dari hasil pertanian tersebut.
Menkop Ferry menyebutkan, koperasi desa yang saat ini sudah terbangun sebanyak 82.000 dapat berperan pada pasca panen dan penyerapan hasil pangan di dalam negerti. Maka dari itu, ia meminta kepada Presiden Prabowo Subianto agar Kopdes Merah Putih juga dilengkapi dengan gudang-gudang.
"Nah koperasi desa nanti harus punya gudang, nanti dilengkapi alat-alat dryer-dryer air itu. Dryer-dryer di desa-desa ini jadi penting, bukan rice milling unit. Jadi yang menjadi masalah kita bukan rice milling, bukan penggilingannya, tapi dryer-dryer di desa-desa," ungkap Ferry, dikutip Sabtu (25/10/2025).
Pasalnya, menurut Ferry, hingga saat ini penyerapan produk pertanian pascapanen menjadi hal penting untuk diperhatikan, dan belum didukung oleh berbagai alat-alat yang memadai, dan menunjang kualitas dari hasil pertanian tersebut.
"Gabah kering panen dari sejak saya SD sampai dengan sekarang, dijemurnya di lantai. Dipatok-patokin ayam, ada sepeda motor, sepeda, segala macam. Itu menyebabkan kadar airnya, kemudian pecahannya, menirnya itu juga tinggi," jelasnya.
Selain itu, Menkop Ferry juga menyoroti hasil sayur-sayur dan buah-buahan yang diproduksi oleh petani-petani dalam negeri. Untuk mengelola hasil panennya, ia mengatakan koperasi desa memerlukan sejumlah alat-alat, seperti misalnya pengatur suhu, pengering atau dryer, hingga cold storage.
"Alatnya sekarang saya sudah tahu namanya kontrol atmosfer, pengatur suhu, itu menyebabkan buah-buahan dan sayur-sayuran yang terbaik, yang ada di daerah-daerah kita sudah awet, harganya jago dan lain sebagainya," terang Menkop Ferry.

