Freeport Targetkan Produksi 26 Ton Emas untuk Antam (ANTM) pada 2026
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id — PT Freeport Indonesia membidik produksi emas sekitar 26 ton pada 2026 yang seluruhnya akan disalurkan kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam.
"Rencana produksi emas kita 2026 itu kira-kira 26 ton. Itu seluruhnya direncanakan untuk Antam," kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, yang ditemui di sela agenda Kompas100 CEO Forum di Hall Nusantara ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (26/11/2025).
Terlepas dari produksi Freeport yang sempat turun imbas gangguan operasi tambang, Tony mengatakan kerja sama pasokan emas ke Antam sudah berjalan sejak tahun ini.
Baca Juga
Lampaui Target, Freeport Setor Kontribusi US$ 4,1 Miliar ke Negara
Menurut Tony, produksi Freeport pada 2025 terganggu karena operasi tambang berhenti lebih dari 50 hari akibat longsor. Setelah tambang kembali dibuka, produksi baru pulih sekitar 30% sejak 28 Oktober.
Ia membeberkan, gangguan itu membuat rencana produksi 2026 lebih rendah dibanding target awal. Ia memperkirakan produksi tembaga akan turun sekitar 32% dan emas turun lebih 40% dari rencana kerja sebelumnya.
Tony menjelaskan, saat ini Freeport masih mengandalkan dua area tambang bawah tanah, yaitu Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan (BGOSAN) di kawasan Grasberg. Dua area ini baru menyumbang sekitar 30% produksi perusahaan.
Source: Investortrust
Dia menyebut Grasberg Block Cave, sebagai sumber produksi terbesar Freeport, yang biasanya menyumbang sekitar 70%, mulai beroperasi lagi pada Maret 2026. Produksinya akan dinaikkan perlahan sampai akhir 2026.
Meski adan penurunan produksi, Tony memastikan penerimaan negara dari Freeport tetap besar karena harga komoditas naik. Hingga akhir 2025, penerimaan negara diperkirakan sekitar US$ 4 miliar atau setara Rp 66–Rp 70 triliun.
Baca Juga
Freeport Ungkap Targetkan Pemulihan Tambang Grasberg hingga Revisi Turun RKAB 2026
Tony menekankan Freeport masih terus berinvestasi untuk menjaga keberlanjutan tambang. Investasi perusahaan disebut sekitar US$ 1 miliar per tahun di luar belanja operasional dan belanja modal.
Ia pun menyampaikan, cadangan tambang Freeport masih cukup hingga 2041. Karena itu, perusahaan fokus memulihkan produksi sambil memastikan pasokan emas ke Antam tetap berjalan.

