Pertamina Siap Ambil Bagian dalam Proyek Kilang Modular Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan, pihaknya siap ambil bagian dalam berbagai proyek hilirisasi yang tengah digenjot pemerintah, seperti pembangunan kilang modular.
“Itu juga kita masih sama-sama monitor perkembangannya seperti apa. Yang pasti kita juga ingin berpartisipasi (dalam proyek kilang modular),” ujar SImon saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Pembangunan kilang modular merupakan salah satu dari 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menggandeng Amerika Serikat (AS) dalam proyek pembangunan kilang modular tersebut.
Baca Juga
Kilang Pertamina Cilacap, Pelopor Pabrik Energi Hijau yang Bikin Bangga Indonesia
Fasilitas kilang modular ini dirancang untuk mengolah minyak mentah asal AS di dalam negeri, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Menurut Simon, dengan adanya kilang modular akan membuat harga menjadi lebih murah.
“Tentunya kalau kita berpikir kilang modular itu karena posisinya di berbagai tempat, dengan demikian hasil pengolahan dari kilang itu bisa lebih efisien dan tentunya harganya lebih murah, karena jika produksi di tempat itu kita tidak perlu transportation cost dan lain-lain. Mungkin akan jauh lebih murah untuk nanti,” terang dia.
Kendati demikian, Simon tidak memungkiri bahwa tantangan logistik muncul terkait pengadaan minyak mentah (crude) untuk masing-masing kilang modular yang akan dibangun. Namun, Pertamina optimistis persoalan tersebut bisa diatasi. “Itu (pengadaan crude) tantangan logistik, tapi semua pasti akan kami cari jalan keluarnya,” kata Simon.
Sebelum ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembangunan kilang modular diharapkan dapat dimulai 2025 sebagai bagian dari kerja sama tarif resiprokal antara Indonesia dan AS.
Airlangga menyebut pemerintah berencana membangun 17 unit kilang modular dengan nilai investasi mencapai US$ 8 miliar (sekitar Rp 129 triliun). Meski begitu, ia belum mengungkapkan lokasi pasti dari proyek strategis tersebut. “17 unit refinery di Indonesia, sifatnya small refinery,” ujar Airlangga.
Baca Juga
Kilang Indonesia Bikin Bangga, PertaminaSAF Diakui di Singapura
Dia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan membeli kilang secara utuh dari AS. Melalui skema kerja sama tersebut, pemerintah bersama Danantara akan menghadirkan paket jasa dan pengerjaan kilang modular, sementara perlengkapan konstruksi dan teknologi akan dibangun di dalam negeri.
Pemerintah menilai pendekatan ini akan memperkuat kapasitas industri nasional serta membuka peluang transfer teknologi. “Dengan begitu, nilai tambah dan lapangan kerja tetap berada di Indonesia,” jelasnya.

