Anindya Bakrie Dorong Kolaborasi Selatan-Selatan, Soroti Potensi Mineral Kritis dan Energi Terbarukan dengan Afrika
Poin Penting
|
JOHANNESBURG, investortrust.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyoroti penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Afrika di tengah tantangan geopolitik global. Pernyataan ini disampaikan Anindya saat berbicara mewakili Indonesia di Bloomberg Africa Business Summit di Johannesburg, Afrika Selatan, Selasa (18/11/2025) waktu setempat.
Dalam forum tersebut, Anindya menyoroti semangat kolaborasi Selatan-Selatan yang sejalan dengan semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955. Ia menekankan perlunya kemitraan yang kini dapat difokuskan pada isu-isu modern, seperti digitalisasi dan ekonomi hijau.
"Banyak sekali yang bisa bekerjasama, saling membantu dari tadi kolaborasi Selatan-Selatan, karena mereka juga mempunyai banyak mineral kritis, mempunyai potensi untuk energi terbarukan," ucapnya dikutip Sabtu (22/11/2025).
Baca Juga
Anindya memaparkan, Indonesia sebagai anggota G20 dan ekonomi senilai US$ 1,3 triliun, menawarkan diri sebagai mitra dagang strategis. Menurutnya, Indonesia menunjukkan tata kelola ekonomi yang baik dan pertumbuhan yang stabil di kisaran 5% selama tiga dekade.
Adapun potensi simbiosis mutualisme perdagangan kedua pihak meliputi ekspor Indonesia ke Afrika berupa kelapa sawit, karet, dan produk lainnya, serta impor Indonesia dari Afrika berupa besi, buah-buahan, dan petrokimia.
Selain itu, Anindya juga menekankan upaya Indonesia melakukan diversifikasi perdagangan, dibuktikan dengan penandatanganan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan sejumlah negara baru-baru ini. Kerja sama dengan Afrika dilihat sebagai langkah logis selanjutnya untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
"Mudah-mudahan sebagai suara daripada bisnis Indonesia dan juga ASEAN bisa membawa semangat lebih banyak dalam dunia yang penuh tantangan ini," ungkapnya.

