BP Tapera Klaim Serapan Rumah Subsidi Tembus 222.900 Unit per 20 November
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan realisasi serapan rumah subsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) telah mencapai 222.900 unit per 20 November 2025.
Demikian disampaikan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho saat ditemui dalam acara Sosialisasi Program Penguatan Ekosistem Perumahan di QBIG BSD City, Tangerang, Kamis (20/11/2025).
“Pada hari ini di tahun lalu 2024 realisasinya baru di angka 151.000, tapi di 2025 kita sudah di angka 222.900 atau naik 16%,” kata Heru.
Heru juga memaparkan, total masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang telah mendaftar melalui aplikasi Sistem Informasi KPR Sejahtera Perumahan (SiKasep) mencapai lebih dari 311.000 orang. Namun, lanjutnya, yang telah berproses akad baru sekitar 222.700 unit melalui skema FLPP.
“Ini masih terus menjadi tantangan, terus kita bisa optimalkan realisasi sampai dengan akhir tahun,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Heru menyampaikan apresiasi kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) atas kontribusi dalam penyaluran pembiayaan rumah subsidi.
Ia menyebutkan, jumlah akad KPR rumah subsidi melalui Bank Mandiri telah menembus lebih dari 11.000 unit, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. “Kalau yang sudah akad ya pada hari ini Bank Mandiri sudah di angka 11.000 lebih, itu naik kurang lebih tiga kali lipat dari tahun lalu yang hanya di angka 4.500-an,” terang Heru.
BP Tapera sebelumnya mencatat realisasi penyaluran rumah subsidi skema Kredit Pemilikan Perumahan (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 220.251 unit hingga 11 November 2025.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun lalu sebanyak 200.300 unit hingga akhir Desember 2024.
“Per hari ini sudah 220.251 unit rumah subsidi. Tahun lalu sampai dengan 31 Desember sebanyak 200.300 unit,” kata Heru di kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025) malam.
Heru menambahkan, penyaluran pembiayaan rumah subsidi paling banyak dilakukan oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Posisi kedua ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), disusul PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Untuk bank daerah, kata Heru, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dan Bank Jakarta sebagai dua penyalur terbesar.

