BP Tapera: Realisasi Rumah Subsidi Tembus 220.251 Unit Per 11 November
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran rumah subsidi skema Kredit Pemilikan Perumahan (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 220.251 unit hingga 11 November 2025.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun lalu sebanyak 200.300 unit hingga akhir Desember 2024.
“Per hari ini sudah 220.251 unit rumah subsidi. Tahun lalu sampai dengan 31 Desember sebanyak 200.300 unit,” kata Heru di kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025) malam.
Heru menambahkan, penyaluran pembiayaan rumah subsidi paling banyak dilakukan oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Posisi kedua ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), disusul PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Untuk bank daerah, kata Heru, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dan Bank Jakarta sebagai dua penyalur terbesar.
Sebelumnya, BP Tapera menyampaikan, penyaluran KPR FLPP tembus 213.630 unit atau senilai Rp 26,51 triliun per 3 November 2025. “Realisasi tersebut setara 61,03% dari target 350.000 unit rumah yang ditetapkan pemerintah tahun ini,” kata Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Adapun, pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi antara 39 bank penyalur dan 7.638 pengembang dari 22 asosiasi perumahan di 398 kabupaten/kota pada 33 provinsi.
“Kontribusi terbesar berasal dari Bank BTN dengan 104.326 unit rumah atau 48,83% dari total realisasi, disusul BTN Syariah (44.434 unit/20,79%), BRI (22.709 unit/10,63%), BNI (10.052 unit/4,70%), dan Bank Mandiri (9.340 unit/4,37%),” papar Heru.
Dari sisi wilayah, kata Heru, Jawa Barat mencatat penyaluran tertinggi sebanyak 48.252 unit rumah (22,58%), diikuti Jawa Tengah (18.707 unit/8,75%), Sulawesi Selatan (17.370 unit/8,13%), Banten (14.094 unit/6,59%), dan Jawa Timur (14.001 unit/6,55%).

