BP Tapera Sebut Serapan Rumah Subsidi Capai 270.985 Unit per 22 Desember
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat serapan rumah subsidi melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 270.985 unit per 22 Desember 2025 dengan nilai penyaluran Rp 33,66 triliun.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, penyaluran tersebut dilakukan melalui 39 bank penyalur dan melibatkan 8.058 pengembang. Rumah subsidi yang disalurkan berasal dari 13.118 perumahan yang tersebar di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota.
“Per 22 Desember 2025, penyaluran FLPP telah mencapai 270.985 unit rumah dengan nilai Rp 33,66 triliun yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Heru dalam keterangannya, dikutip Rabu (24/12/2025).
Baca Juga
BP Tapera Bidik Penyaluran Dana Rp 37,1 Triliun untuk 285.000 Unit Rumah di 2026
Lebih lanjut, Heru menyebut Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi bank dengan penyaluran FLPP tertinggi hingga 22 Desember 2025 dengan realisasi 128.608 unit rumah subsidi. Posisi berikutnya ditempati BTN Syariah atau Bank Syariah Nasional (BSN) dengan 59.463 unit, disusul Bank Rakyat Indonesia (BRI) 31.645 unit, Bank Negara Indonesia (BNI) 14.179 unit, dan Bank Mandiri 10.591 unit.
“Kami berharap kinerja bank penyalur dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan agar target penyaluran FLPP tahun 2026 dapat tercapai,” kata Heru.
Baca Juga
Resmikan Akad Massal 50.030 Rumah Subsidi, Prabowo Apresiasi Kementerian PKP dan BP Tapera
Menurut Heru, pemerintah juga menyiapkan pencadangan pembiayaan investasi untuk mengantisipasi penambahan target penyaluran.
“Sesuai dengan Nota Keuangan tahun 2026, pemerintah mengalokasikan pencadangan pembiayaan investasi untuk memenuhi potensi penambahan target penyaluran FLPP hingga 350.000 unit rumah pada tahun depan,” pungkasnya.

