KUR Perumahan Tembus Rp 620 Miliar per 19 November
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membukukan realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) yang merupakan bagian dari skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan tembus di angka Rp 620 miliar per 19 November 2025. Program KPP baru diluncurkan pada 21 Oktober 2025 lalu.
“Terakhir itu saya cek di tanggal 19 November 2025 di Rp 620-an miliar,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati saat ditemui dalam acara Sosialisasi Program Penguatan Ekosistem Perumahan di QBIG BSD City, Tangerang, Kamis (20/11/2025).
Sekadar informasi, Kementerian PKP mencatat hingga 15 November 2025 realisasi penyaluran KUR Perumahan mencapai Rp 492,12 miliar. Data menunjukkan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) memimpin dengan realisasi Rp 280,18 miliar, disusul PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 127,6 miliar dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp 74,42 miliar.
Adapun penyaluran lainnya meliputi PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) Rp 5 miliar, Bank Perkreditan Daerah (BPD) Daerah Istimewa Yogyakarta Rp 3 miliar, BPD Jawa Barat dan Banten (BJBR) Rp 850 juta, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 700 juta, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 225 juta dan BPD Jawa Tengah Rp 140 juta.
Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menyatakan, penyaluran yang dipimpin perbankan swasta menjadi salah satu dinamika menarik dalam implementasi program ini.
“Ini adalah fenomena yang bagus, swasta partisipasinya tinggi, bahkan nomor satu Bank Nobu dan ini membuktikan KUR perumahan karya dari pemerintahan Pak Prabowo yang pertama kali terjadi di Indonesia, ini direspons dengan baik. Padahal kita baru mulai 21 Oktober,” ujar Ara kepada wartawan di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (17/11/2025).
Ia menambahkan, keterlambatan peluncuran program ke perbankan disebabkan proses integrasi sistem. “Program ini baru bisa dimulai 21 Oktober karena Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) baru terintegrasi dengan perbankan. Saya terima kasih kepada Bank BRI, BNI, Mandiri, BTN, Bank Daerah dan juga Bank Swasta, khususnya Bank Nobu yang paling tinggi,” pungkas Ara.

