Pertumbuhan Ekonomi 8% Sudah Terukur, Pemerintah "Pede" Realisasi Investasi Capai Target
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu menegaskan, target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Pemerintahan Prabowo Subianto sudah terukur sedemikian rupa. Meski dinilai ambisius, tetapi masih realistis untuk dicapai.
Todotua mengatakan, salah satu instrumen penting untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8% adalah realisasi investasi. Dia menilai, investasi mempunyai kontribusi sekitar 26-30% terhadap pertumbuhan ekonomi.
“55% kontribusi (terhadap pertumbuhan ekonomi) itu adalah faktor konsumsi dan di situ juga ada faktor ekspor dan lain-lain. Sedangkan, konteks mengelola realisasi investasi 26%-30% inilah yang menjadi basis kami dan menjadi KPI (key performance index) Kementerian Investasi,” ucap Todotua dalam Rakornas Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi dan Lingkungan Hidup Kadin Indonesia Tahun 2025, di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Baca Juga
Dia menyebut, dibutuhkan investasi sebesar Rp 13.032 triliun selama lima tahun Pemerintahan Presiden Prabowo untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8%. Pada 2024, target investasi sebesar Rp 1.650 triliun, sedangkan realisasinya tercapai sekitar Rp 1.700 triliun.
“Tahun ini, target yang diberikan adalah Rp 1.900 triliun. Di kuartal ketiga kita sudah masuk ke angka Rp 1.434 triliun, sekitar 75%, dan sisa pergerakannya kita punya level confidence, kita bisa achieve bahkan sedikit di atas angka yang diberikan,” ungkap Todotua.
Lebih lanjut, Todotua menerangkan bahwa realisasi investasi ini berperan dalam menggerakkan dan menghubungkan ekonomi dan ekosistem ekonomi. Selain itu, investasi berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.
“Penyerapan tenaga kerja ini kita mempunyai target setiap tahun sekitar 2,5-3 juta penyerapan baru. Berdasarkan basis data yang ada di kita, tahun 2024 kita masuk ke angka 2,5 jutaan dan 2025 ini di Q3, kita sudah masuk ke angka 1.956.346,” papar Todotua.
Baca Juga
Rosan Roeslani Rayu 5 Konglomerat Australia Buat Investasi di Indonesia
Dia menekankan bahwa serapan tenaga kerja tersebut adalah riil karena di-input langsung oleh para pelaku usaha atau para pemegang usaha yang berjumlah sekitar 14 juta usaha.
“Jadi ini bukan angka prediksi atau apa dan ini adalah angka pelaku usaha. Ada dua hal pelaku usaha yang melakukan re-form setiap tahun. Satu, laporan mengenai pajak dan yang kedua mengenai realisasi investasi, karena ini memang sangat penting,” bebernya.

