Kadin Dorong Pemerintah Libatkan Swasta di Program Sekolah Rakyat — Kampung Nelayan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti minimnya keterlibatan sektor swasta dalam sejumlah program strategis nasional yang dijalankan pemerintah, mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat hingga Kampung Nelayan Merah Putih.
Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Kadin, Carmelita Hartoto menyampaikan, sejumlah proyek strategis masih didominasi oleh badan usaha milik negara (BUMN).
“Saya ingin sampaikan, ada program-program dari pemerintah yang membangun sekolah rakyat di 100 titik yang dipaketkan, tapi ini yang 'bermain' bukan kami. Kami dari swasta-swasta belum diikutkan. Jadi semuanya dilakukan oleh BUMN,” kata Carmelita dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) Kadin Indonesia Bidang IPK di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Carmelita menambahkan, penugasan langsung kepada BUMN juga terlihat dalam program irigasi yang diatur melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 serta program kampung nelayan merah putih (KNMP) yang tidak melalui proses lelang atau tender.
“Hal-hal seperti ini kita harapkan kementerian juga membantu, dan saya harus sampaikan ini agar pemerintah dan Kadin bisa berjalan bersama,” tuturnya.
Diberitakan, Kadin Indonesia terus berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.
Hal itu disampaikan WKU Koordinator Bidang Perekonomian Kadin Indonesia Franky O Widjaja, usai Rapat Koordinasi Nasional Lingkup Koordinator Bidang Perekonomian, Pangan, dan Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia bertajuk ‘Ketahanan Pangan dan Energi Mendukung Pertumbuhan Ekonomi untuk mewujudkan Indonesia Incorporated’, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
“Kita koordinasi bersama supaya lebih terkoordinasi, wakil ketua koordinator,” ujarnya.
Menurut Franky, Kadin Indonesia kini memusatkan perhatian pada dua sektor krusial, yaitu ketahanan pangan dan ketahanan energi.
Ia menjelaskan, keberhasilan program di sektor kelapa sawit menjadi contoh konkret yang akan direplikasi di sektor-sektor lain melalui model pendampingan yang melekat berbasis kemitraan antara perusahaan dan masyarakat.
“Kita fokuskan di ketahanan pangan dan ketahanan energi. Kita sudah rumuskan juga supaya bagaimana sukses di sawit itu pendampingan melekat inklusif closed loop bisa kita duplikasi untuk di produk-produk lain,” tutup Franky.

