Gandeng Kemenkes, Kadin Perkuat Investasi Kesehatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kementerian Kesehatan resmi menandatangani nota kesepahaman strategis untuk memperkuat sistem kesehatan. Hasil dari kerjasama itu adalah peluncuran White Paper dalam acara Rakornas Kadin 2025 di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyebut kerja sama ini bagian dari strategi besar menuju pertumbuhan ekonomi 8% dan penurunan kemiskinan ekstrem menjadi 0%.
“Kita meluncurkan white paper kesehatan bersama Kementerian Kesehatan sebagai bukti nyata komitmen dunia usaha memperkuat sistem kesehatan nasional, baik dari sisi fisik maupun mental,” katanya secara virtual.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Keberlanjutan Kadin, Shinta W. Kamdani juga menyebut, Kadin berhasil menginisiasi program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) melalui klinik keliling bagi pekerja dan masyarakat umum.
Program ini, kata Shinta, diharapkan memperkuat kesadaran kesehatan dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Tak cuma itu, Kadin ikut mendorong dunia usaha berperan aktif dalam investasi sektor farmasi, alat kesehatan, rumah sakit, dan inovasi teknologi medis.
Baca Juga
Kadin-Kemenko PMK Perkuat Sinkronisasi Vokasi dan Industri untuk Daya Saing Nasional
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menilai kerja sama ini merupakan wujud nyata arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya adalah mengejar pertumbuhan ekonomi 8% dan menciptakan lapangan kerja.
“Kami ingin memastikan pertumbuhan kesehatan terjadi di domestik. Itu sebabnya kami mulai menganalisis belanja kesehatan dan duduk bersama Kadin, apakah mereka bisa berinvestasi tanpa APBN, (dengan) membangun industri farmasi, alat kesehatan, rumah sakit, klinik," tegasnya.
Selain kesehatan, Kadin juga menegaskan pentingnya industri hijau dan ekonomi sirkular untuk menopang transformasi berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, dunia usaha diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi hijau yang inklusif, produktif, dan berdampak sosial luas bagi masyarakat.

