Pemerintah Targetkan 1.000 Kampung Nelayan Rampung 2026, Kucurkan Anggaran Rp 22,5 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menargetkan jumlah pembangunan 1.000 kampung nelayan merah putih rampung pada 2026. Program ini dilakukan sebagai salah satu bagian dari strategi penguatan ekonomi pesisir dan peningkatan kesejahteraan nelayan, dan diproyeksikan akan berlanjut hingga mencapai 5.000 desa nelayan pada 2029.
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menjelaskan, hingga saat ini dari 100 desa nelayan yang dirintis, sebanyak 85 telah selesai dan sisanya dalam tahap penyelesaian. Tahun ini pemerintah akan mempercepat pembangunan hingga 1.000 desa.
“Kalau 1.000 itu (kampung nelayan), anggarannya kira-kira Rp22,5 triliun,” ucap Menko Zulhas saat ditemui pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Menko Zulhas menjelaskan, program kampung nelayan dirancang untuk meningkatkan daya tawar nelayan yang selama ini dinilai lemah akibat keterbatasan infrastruktur. Untuk itu, pemerintah akan membangun fasilitas pendukung seperti pabrik es, cold storage, dermaga, hingga sistem distribusi hasil tangkapan.
Baca Juga
Prabowo Percepat Pembangunan Kampung Nelayan dan Konsolidasi Industri Kapal Nasional
Dengan infrastruktur tersebut, Zulhas berharap nelayan tidak lagi bergantung pada tengkulak dan memiliki posisi tawar lebih baik dalam menentukan harga jual. Pemerintah juga menyiapkan skema kelembagaan berbasis koperasi agar pengelolaan berjalan kolektif dan berkelanjutan.
"Karena selama ini nelayan punya daya tawar yang rendah, karena tidak punya dukungan infrastruktur. Besok nelayan akan punya daya tawar yang tinggi, karena ada pabrik esnya, ada cold storage-nya, dan ada distribusinya. Itu kampung nelayan," terangnya.
Selain itu, setiap kecamatan direncanakan memiliki sistem budidaya ikan berbasis bioflok untuk mendukung suplai protein, termasuk bagi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Integrasi ini diharapkan menciptakan rantai pasok yang lebih pendek dan efisien dari desa ke konsumen.
"Dan setiap kecamatan akan dibangun bioflok, sehingga nanti masing-masing kecamatan insya Allah akan swasembada ikan untuk mendukung supply kepada SPPG," tambah Menko Zulhas.

