Kinerja Industri Tembakau Terus Anjlok, Kemenperin Harap Ekspor Jadi Penopang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan industri hasil tembakau (IHT) mengalami penurunan kinerja yang sangat signifikan. Hal tersebut terungkap saat rapat dengan Komisi VII DPR RI.
Berdasarkan data yang dipaparkan, industri hasil tembakau pada 2023 masih mamppu bertumbuh sebesar 4,8%, dan mengalami penurunan pertumbuhan di 2024 menjadi sebesar 3,49%. Jika dibandingkan secara tahunan atau year on year (yoy) dari kinerja industri ini di semester I-2024 yang masih mampu bertumbuh sebesar 6,35%, maka pada semester I-2025 mengalami penurunan drastis ke angka 0,33%.
"Dan pertumbuhannya kalau kita lihat, ini terus tergerus. Jadi 2023 (bertumbuh sebesar) 4,8%, di 2024 (pertumbuhan hanya sebesar) 3,49%, dan kalau kita lihat di 2025 (Semester I) itu baru 0,33. Jadi ini agak kurang bagus," ucap Plt. Direktur Jenderal Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, Selasa (11/11/2025).
Kondisi tersebut justru berbanding terbalik dengan kinerja ekspor industri hasil tembakau. Putu menjelaskan, pada 2023 ekspor tembakau tercatat sebesar US$ 1,4 miliar, dan pada 2024 meningkat menjadi US$ 1,7 miliar. Sementara pada semester I-2025 tercatat ekspor tembakau telah mencapai US$ 876 juta.
"Kita harapkan di 2025 ini sekitar US$ 1,9 (miliar), mudah-mudahan bisa sampai dengan US$ 2 miliar. Jadi memang dalam negeri banyak hambatannya, ini ekspornya kita harapkan bisa didorong," ungkapnya.
Adapun, jika melihat kontribusi industri tembakau terhadap industri pengolahan non-migas, mengalami stagnasi di porsi 4% sejak 2023 hingga 2024. Sekadar catatan, ada semester I-2025 kontribusi industri ini pada industri pengolahan non migas telah mencapai 3,95%.
"Untuk tembakau memang 2023-2024 kontribusinya terhadap industri pengolahan non-migas, sedikit mengalami penurunan, ya dari 4,22% menjadi 4,18%. Kalau kita lihat di 2025 ini juga mengecil lagi, sekitar kurang dari 4% untuk yang tembakau," terang Putu.

