Purbaya Ingin Jadi Bagian Tim yang Diskusikan Utang Whoosh
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ingin menjadi bagian dari tim yang menegosiasikan ulang utang PT Kereta Cepat Indonesia-China atau Whoosh yang mencapai Rp 54 triliun.
“Kalau itu saya diajak, biar saya tahu diskusinya seperti apa nanti,” kata Purbaya, saat di Surabaya, dikutip, Selasa (11/11/2025).
Baca Juga
Rosan Ungkap Skema Penyelesaian Polemik Whoosh, Sebagian Gunakan APBN Lewat PSO
Purbaya mengatakan permintaan Presiden Prabowo Subianto yang ingin membayar utang Whoosh melalui dana sitaan hasil korupsi masih dalam proses diskusi. Diskusi dilakukan untuk mendetailkan langkahnya.
“Yang ada masih garis-garis besarnya,” ujar dia.
Diberitakan, Prabowo menegaskan akan bertanggung jawab menyelesaikan polemik utang kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Hal itu ditegaskan Prabowo dalam sambutannya saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Kepala Negara menyatakan sudah mempelajari polemik Whoosh. Untuk itu, Prabowo meminta masyarakat tidak perlu khawatir mengenai hal tersebut.
"Tidak usah khawatir, ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah. Saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan sudah menghitung dan tidak ada masalah dengan kereta cepat Whoosh.
Yang terpenting, katanya, pemerintah berjuang untuk melayani rakyat.
"Teknologi semua sarana itu tanggung jawab bersama dan itu di ujungnya tanggung jawab Presiden Republik Indonesia. Jadi saya sekarang tanggung jawab Whoosh," katanya.
Baca Juga
Kepala Negara memaparkan, kereta cepat seperti Whoosh merupakan transportasi umum. Untuk itu, katanya, jangan menghitung untung dan rugi, tetapi manfaatnya bagi rakyat.
"Di seluruh dunia begitu. Ini namanya public service obligation (PSO). Tadi disampaikan menhub, semua kereta api kita, pemerintah subsidi 60%, rakyat bayar 40%. Ya ini kehadiran negara, ini kehadiran negara," katanya.

