MTI: Cicilan Utang Whoosh Tak Perlu dari APBN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menilai rencana pemerintah untuk membayar cicilan utang proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) atau Whoosh sebesar Rp 2,2 triliun per tahun sebaiknya tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Djoko menyarankan agar pembiayaan cicilan tersebut menggunakan dana dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). “Danantara saja lah. Jangan pakai APBN, kasihan luar Jawa,” katanya saat dihubungi investortrust.id, Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, penggunaan APBN untuk proyek-proyek infrastruktur di Jawa dapat menimbulkan ketimpangan pembangunan dengan wilayah lain di Indonesia. Djoko menyebut, kondisi masyarakat di luar Jawa masih banyak yang membutuhkan perhatian pemerintah, terutama di Indonesia wilayah Timur. “Dikeruk semua mineralnya, tetapi masyarakatnya melarat. Morowali hingga Halmahera, mana ada rakyat makmur di sana?” ujarnya.
Djoko menambahkan, Danantara memiliki kapasitas pendanaan yang cukup besar. “Danantara juga Rp 30 triliun dia melikuidasi untuk beli Garuda (pesawat baru dari Boeing, red). Cuma Rp 2,2 triliun kecil lah,” katanya.
Menanggapi dua opsi skema pembayaran yang disebut oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yakni melalui Danantara atau dana efisiensi APBN yang dikantongi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Djoko kembali menekankan agar dana efisiensi itu lebih baik dialokasikan untuk pembangunan di luar Jawa.
“Efisiensi anggaran kembalikan ke masing-masing sektor saja, biar bisa bangun luar Jawa. Kasihan, luar Jawa harus diperhatikan juga,” tutur Djoko.
Presiden Prabowo sebelumnya memastikan akan bertanggung jawab atas polemik utang KCJB atau Whoosh. Kepala Negara akan membayar utang Whoosh senilai Rp 1,2 triliun per tahun. "Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp 1,2 triliun per tahun," kata Prabowo seusai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Prabowo mengatakan, jangan hanya menghitung untung dan rugi Whoosh. Yang terpenting, katanya, kehadiran kereta cepat bermanfaat bagi masyarakat karena mengurangi kemacetan dan polusi serta mempercepat perjalanan. "Manfaatnya, mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan, ini semua harus dihitung," ujar Prabowo.
Selain itu, Prabowo mengatakan, kehadiran kereta cepat Whoosh membuat Indonesia menguasai teknologi. Proyek kereta cepat juga menjadi simbol persahabatan Indonesia dan China. "Sudahlah, Presiden RI ambil alih tanggung jawab. Kita kuat, uang kita ada, duit yang dikorupsi hemat," tegasnya.
Secara terpisah, Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY memberikan sinyal APBN akan turut membantu menyelesaikan persoalan utang kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Hal itu disampaikan AHY seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025).
AHY memastikan pemerintah dan negara akan hadir dalam persoalan kereta cepat Jakarta Bandung atau Whoosh. "Kita pastikan, tadi Pak Presiden menyampaikan bahwa terkait dengan kereta cepat Jakarta-Bandung, tentu negara pemerintah akan hadir dan kita melibatkan semua pihak," kata AHY.
Sebelum mengikuti rapat dengan Prabowo yang turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, AHY sudah rapat koordinasi terkait utang Whoosh di kantor Kemenko IPK. Rapat itu dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi/ BKPM & CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandi serta perwakilan Kemenko Perekonomian dan Kemenkeu.
Dalam rapat itu, AHY menyatakan, semua pihak sepakat mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan kereta cepat Whoosh. "Semua ingin mengambil peran, mengambil bagian, mengambil bagian dari tanggung jawab untuk melakukan restrukturisasi keuangan kereta cepat Jakarta-Bandung," kata AHY.
Namun demikian, AHY belum membeberkan solusi yang diambil pemerintah karena pembicaraan mengenai utang Whoosh. Dia hanya memastikan negara akan hadir untuk menyelesaikan persoalan utang Whoosh, termasuk dengan menggunakan APBN.
"Itulah nanti yang saya sampaikan, bahwa pemerintah APBN juga pasti akan menjadi bagian. Tetapi untuk seperti secara spesifiknya, nanti akan kami sampaikan pada kesempatan yang lain," kata AHY.

