Pertamina Kurangi 45 Ton Emisi CO₂ Lewat Program Energi Surya di Karawang
Poin Penting
|
KARAWANG, Investortrust.id - Para nelayan kecil di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang kini tak lagi bergantung pada senter saat melaut di malam hari. Kapal-kapal mereka telah dilengkapi dengan lampu tenaga surya melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) yang diinisiasi oleh Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE). Program ini diresmikan langsung CEO Pertamina NRE John Anis belum lama ini.
Efisiensi energi ini juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sekitar 45 ton CO₂ per tahun.
Peresmian tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Jawa Satu Power (JSP) Dwi Murray, Camat Cilamaya Wetan Ade Setiawan, Kepala Desa Muara Iyos Rosita, dan Ketua Kelompok Nelayan Desa Muara Budiman. Desa Muara sendiri merupakan wilayah pesisir yang berdekatan dengan area operasi JSP.
Melalui program DEB, sebanyak 46 kapal nelayan kecil di Desa Muara kini menggunakan lampu penerangan bertenaga surya (PLTS) berkapasitas 150 watt. Sebelumnya, nelayan hanya mengandalkan senter untuk penerangan saat melaut. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan keamanan dan efisiensi nelayan, tetapi juga menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Baca Juga
PLTS Pertamina Nyalakan Harapan Baru bagi Komunitas Penyintas ODGJ
Pemanfaatan PLTS tersebut setara dengan penghematan 1–2 liter BBM per kapal per malam, atau lebih dari 20.000 liter BBM per tahun secara kolektif. Efisiensi energi ini juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sekitar 45 ton CO₂ per tahun, yang setara dengan menanam lebih dari 2.000 pohon baru.
Menurut John Anis, program ini mencerminkan filosofi Pertamina NRE dalam berbisnis yang berlandaskan manfaat sosial. “Semacam giving back, kita tidak mungkin berbisnis sendiri-sendiri. Kita membutuhkan dukungan dari masyarakat lokal, dan harmoni itulah yang menciptakan sinergi,” ujar John Anis dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).
Selain menyediakan teknologi, Pertamina NRE juga menggelar edukasi dan pelatihan perawatan PLTS bagi nelayan agar mereka dapat merawat sistem secara mandiri. Pendekatan berbasis knowledge sharing ini diharapkan memperkuat kapasitas masyarakat pesisir untuk mengelola energi bersih berkelanjutan.
Salah satu nelayan penerima manfaat, Rudi (45), mengaku kini lebih hemat dan efisien. “Alhamdulillah, sekarang kalau berangkat melaut hanya perlu 1 liter BBM bisa untuk 4 hari karena sudah pakai lampu dari PLTS. Semoga nanti semua nelayan di sini bisa pakai, terutama untuk kapal yang lebih besar agar bisa ditambah lampunya,” katanya.
Baca Juga
Pertamina NRE Dorong Model Bisnis Adaptif untuk Komersialisasi Energi Bersih, Ini Strateginya
Program ini menjadi contoh konkret bahwa transisi energi menuju net zero emission 2060 dapat berjalan inklusif dan berkeadilan. Teknologi bersih tidak hanya menjadi milik industri besar, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat akar rumput.
Seremoni peresmian di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Muara dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk CEO Jawa Satu Power Dwi Murray, perangkat desa, dan media lokal.

