Harga Emas Naik Lagi, Siap-siap Tembus US$ 4.500 per Ons?
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Harga emas kembali naik pada awal pekan ini, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya permintaan terhadap aset aman (safe haven). Kenaikan terjadi menjelang pembicaraan perdagangan AS–Tiongkok serta rilis data inflasi AS yang akan menjadi acuan kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) pekan depan.
Harga emas spot naik 2,3% menjadi US$ 4.347,47 per ons, sedangkan emas berjangka untuk pengiriman Desember naik 3,6% menjadi US$ 4.366 per ons.
Kenaikan harga emas kali ini memperpanjang reli yang sempat terhenti akhir pekan lalu. Pada Jumat (17/10/2025), harga sempat mencapai rekor tertinggi US$ 4.378,69 per ons, tetapi kemudian ditutup 1,8% lebih rendah, penurunan harian terbesar sejak pertengahan Mei setelah komentar dari Presiden AS Donald Trump menenangkan sebagian kekhawatiran pasar terkait hubungan perdagangan AS–Tiongkok.
Managing Partner CPM Group, Jeffrey Christian, menilai pergerakan harga emas saat ini masih mencerminkan ketidakpastian politik dan ekonomi global. “Ekspektasi kami adalah harga akan naik lebih tinggi selama beberapa minggu dan bulan ke depan, dan kami tidak akan terkejut jika menembus US$ 4.500 per ons dalam waktu dekat,” ujar dia dikutip CNBC.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Rampungkan Ore Preparation Plant di Tambang Emas Pani
Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed terus menguat setelah penutupan sebagian Pemerintahan AS (government shutdown) memasuki hari ke-20 pada Senin (20/10/2025). Kebuntuan di Senat menyebabkan keterlambatan rilis data ekonomi utama, termasuk Indeks Harga Konsumen (CPI) yang kini dijadwalkan keluar Jumat (24/10/2025) mendatang.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan peluang 99% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan minggu depan, dengan kemungkinan pemangkasan lanjutan pada Desember.
Dalam kondisi suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil, seperti obligasi biasanya menjadi pilihan investasi yang lebih menarik.
Ketegangan AS–Tiongkok Masih Jadi Faktor Utama
Selain kebijakan moneter, investor juga menanti perkembangan terbaru dari perundingan dagang antara AS dan Tiongkok. Trump pada Jumat lalu mengonfirmasi bahwa pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan tetap dilanjutkan.
Baca Juga
Pemerintah Akan Perkuat Pasokan Emas Nasional, Begini Respons Antam (ANTM)
Christian menilai arah harga emas tahun depan akan sangat bergantung pada dinamika geopolitik. “Saya tidak akan terkejut jika harga emas mencapai US$ 5.000 per ons pada tahun depan. Itu tergantung pada seberapa parah ketegangan politik yang sedang berlangsung,” katanya.
Kenaikan emas juga diikuti oleh logam mulia lainnya. Harga perak spot naik 0,7% menjadi US$ 52,23 per ons, setelah turun tajam 4,4% pada Jumat lalu. Platinum menguat 2,1% menjadi US$ 1.642,79 per ons, sedangkan paladium naik 1,8% menjadi US$ 1.498,31 per ons.

