Resmi, PLTP Kamojang Jadi Penghasil Hidrogen Hijau Pertama di Asia Tenggara
JAKARTA, Investortrust.id - Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang resmi menjadi penghasil hidrogen hijau (green hydrogen) berbasis panas bumi pertama di Asia Tenggara. PLN pun berencana menambah kapasitas Green Hydrogen Plant (GHP) di PLTP Kamojang.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, PLN terus berinovasi dalam mengakselerasi ekosistem hidrogen secara end-to-end di Indonesia. Dengan hadirnya GHP, PLN turut mendukung pengembangan kendaraan hidrogen yang lebih ekonomis serta rendah emisi.
"Kita ingin mencoba hidrogen hijau dari proses produksi energi baru dan terbarukan murni. Maka, kita membangun GHP di PLTP Kamojang, ada tambahan sekitar 4,3 ton per tahun," kata Darmawan dalam keterangannya, Jumat (23/2/2024).
Dengan beroperasinya GHP di PLTP Kamojang, Darmawan menyebut bahwa saat ini PLN telah memiliki 22 GHP yang tersebar di Indonesia dan bisa memproduksi 203 ton hidrogen hijau per tahun.
Baca Juga
Dirut PLN: Green Hydrogen Lebih Murah dari BBM dan Listrik EV
Lebih lanjut Darmawan memaparkan, dari total produksi 203 ton tersebut, 75 ton hidrogen akan digunakan untuk kebutuhan operasional pembangkit. Sedangkan, 128 ton akan digunakan untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan berbasis bahan bakar hidrogen.
Menurutnya, dengan asumsi setiap mobil menempuh jarak 100 km/hari, maka total kapasitas produksi hidrogen hijau tersebut mampu digunakan untuk 438 mobil dalam setahun serta bisa mengurangi energi impor BBM sebanyak 1,59 juta liter per tahun menjadi energi domestik.
"Dari sisi hulunya sudah bisa kita selesaikan, dari hilirnya kita membangun HRS sebagai pilot project, nantinya juga di sini ada hydrogen center," ujar Darmawan.
Sementara itu, Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eniya Listiani Dewi menilai, HRS yang dihadirkan PLN ini merupakan inovasi dalam mendukung transformasi hijau di sektor transportasi.
"Ini merupakan momen bersejarah untuk mencapai Indonesia emas 2045, yang bukan hanya maju tetapi juga bersih dan berkelanjutan. Ke depan masih banyak PR-nya melengkapi ekosistem sekaligus demand-nya tadi. Transportasi publik tentunya akan kita dorong seperti bus dan juga kapal," sebut Eniya.

