BPS: Momentum Ganda Nataru dan Lebaran 2026 Jadi Motor Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menilai momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) serta Hari Raya Idulfitri 2026/1447 H yang berdekatan dapat menjadi pendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2025 dan kuartal I 2026.
Ia mengatakan, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tengah pelemahan konsumsi rumah tangga yang terjadi pada kuartal III 2025. “Kalau menurut saya ini momentum yang sangat baik untuk ekonomi Indonesia bisa berakselerasi,” kata Amalia saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu malam (5/11/2025).
BPS sebelumnya mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89% pada kuartal III 2025, melemah dibandingkan kuartal II 2025 yang mencapai 4,97% dan kuartal III 2024 sebesar 4,91%.
Menurut Kepala BPS, ada tiga komponen pengeluaran mengalami penurunan pada kuartal III 2025. Pengeluaran konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi, dan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) turun dibandingkan kuartal sebelumnya.
Meski demikian, Amalia menjelaskan, penurunan konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2025 dipengaruhi siklus musiman. “Karena memang di kuartal III ini kalau event-event besarnya seperti libur keagamaan, tidak sepanjang di kuartal II,” kata dia di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Amalia mengatakan, konsumsi rumah tangga kuartal II 2025 dapat meningkat karena ada libur Idulfitri dan Iduladha. Libur panjang di periode itu membuat masyarakat mengeluarkan uang untuk berbelanja. “Itu (libur panjang) kan membuat orang, banyak spending dan juga travelling,” terang dia.

