Kemenhub Siapkan Posko Terpadu Nataru 2025/2026 Selama 19 Hari, Libatkan 12.000 Personel
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan Posko Terpadu Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) untuk memastikan kelancaran dan keselamatan transportasi selama masa libur akhir tahun. Posko tersebut akan beroperasi selama 19 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, dengan melibatkan lebih dari 12.000 personel lintas instansi.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan, posko terpadu akan menjadi pusat koordinasi nasional bagi seluruh moda transportasi baik darat, laut, udara, dan perkeretaapian dalam mengatur arus pergerakan penumpang dan kendaraan selama puncak mobilitas Nataru.
“Posko Terpadu akan berfungsi sebagai pusat pengendalian dan pemantauan operasional transportasi di seluruh Indonesia. Melalui sistem ini, kami memastikan kesiapan armada, sarana prasarana, serta keamanan masyarakat selama masa Nataru,” kata Dudy dalam keterangan pers, dikutip Sabtu (25/10/2025).
Adapun, posko pusat akan ditempatkan di Kantor Kemenhub Jakarta dan terhubung secara real-time dengan posko daerah melalui sistem pemantauan terpadu.
Dikatakan Dudy, setiap posko akan dilengkapi dengan data pergerakan penumpang, lalu lintas, serta kondisi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kami akan mengintegrasikan seluruh data secara langsung dari lapangan agar keputusan pengaturan bisa diambil cepat dan akurat,” ujarnya.
Menurut Dudy, posko ini melibatkan unsur Kemenhub, Kominfo, Korlantas Polri, BMKG, Jasa Marga, serta operator transportasi dari berbagai moda. Seluruh pihak akan berperan dalam pengawasan operasional, inspeksi keselamatan (ramp check), hingga penanganan keadaan darurat di lapangan.
Dudy turut mengeklaim, sektor angkutan udara telah dilaksanakan ramp check di 560 unit pesawat penumpang niaga berjadwal, dengan rincian 366 unit siap operasi dan 194 unit sedang dalam perawatan.
“Kami ingin memastikan seluruh armada siap beroperasi dengan aman dan laik jalan agar masyarakat merasa tenang saat bepergian,” imbuhnya.
Baca Juga
Kemenhub Kembangkan Drone "Raksasa" untuk Logistik Program Makan Bergizi Gratis di Daerah 3 T
Selain memastikan pengawasan keselamatan, Dudy menyebut keberadaan posko juga mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga keterjangkauan biaya transportasi.
Menurutnya, Kemenhub bersama operator telah menyiapkan stimulus tarif untuk angkutan udara, laut, dan perkeretaapian, termasuk diskon tiket pesawat selama periode tertentu guna menjaga daya beli masyarakat.
“Keberhasilan penyelenggaraan angkutan Nataru bergantung pada sinergi lintas sektor, kepatuhan masyarakat, dan kesiapan operator transportasi. Pemerintah terus mematangkan rencana operasi melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, dan hasilnya akan ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan,” pungkas Dudy.

