Bulog Reprocessing Beras yang Alami Penurunan Mutu agar Layak Konsumsi
Poin Penting
|
JAKARTA,Investortrust.id – Perum Bulog memastikan kualitas beras yang didistribusikan kepada masyarakat tetap terjamin melalui penerapan program reprocessing atau pemrosesan ulang. Program ini dilakukan untuk menjaga mutu beras agar tetap layak dikonsumsi sekaligus mengurangi potensi limbah pangan yang terbuang.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa dalam program reprocessing, Bulog melakukan pembersihan dan pencucian ulang terhadap beras yang terdeteksi mengalami penurunan mutu. Langkah ini memastikan beras yang dikirim ke masyarakat tetap sehat, higienis, dan aman dikonsumsi.
“Apabila ada beras rusak, Bulog telah menyiapkan program reprocessing, yakni membersihkan dan mencuci ulang beras, sehingga beras yang layak tetap bisa dinikmati masyarakat,” ujar Rizal di sela peluncuran kemasan baru beras Befood Sentra Ramos di Jakarta, Minggu (2/11/2025).
Lebih lanjut, Rizal menegaskan bahwa beras yang sudah tidak memenuhi standar konsumsi tidak akan dibuang percuma. Bulog telah menyiapkan langkah berkelanjutan dengan mengalihfungsikan beras tersebut menjadi pakan ternak, sehingga tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan menghindari pemborosan bahan pangan.
Baca Juga
“Untuk beras yang tidak layak konsumsi akan dialihkan menjadi pakan ternak, sehingga tidak ada bahan yang terbuang sia-sia dan tetap bermanfaat secara ekonomi,” tambahnya.
Selain menjalankan program reprocessing, Bulog juga secara rutin melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan kualitas beras, baik harian maupun triwulanan. Pemeriksaan acak dilakukan di berbagai gudang penyimpanan untuk memastikan seluruh beras yang akan disalurkan ke masyarakat memenuhi standar kualitas nasional.
Rizal menegaskan bahwa seluruh beras Bulog merupakan hasil produksi petani Indonesia yang diambil dari berbagai daerah di Tanah Air. “Yang namanya beras Bulog adalah beras yang bahan dasarnya diambil dari para petani seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke,” katanya.
Dengan komitmen terhadap kualitas dan pemberdayaan petani lokal, Bulog terus memperkuat ketahanan pangan nasional. Saat ini, cadangan beras nasional yang dikelola Bulog mencapai sekitar 4,2 juta ton — jumlah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Dari jumlah itu, lebih dari 3 juta ton diserap langsung dari petani lokal.
Rizal menyebut bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata peran Bulog sebagai pelindung pangan rakyat. “Beras Bulog adalah beras yang berkualitas, beras yang sehat, dan beras yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Melalui program reprocessing dan pengelolaan stok yang berkelanjutan, Bulog berupaya memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi terbaik, sekaligus mengoptimalkan setiap butir beras agar tidak ada yang terbuang percuma, demikian Antara.

