Bapanas Ungkap Hampir 30.000 Ton Beras di Gudang Bulog Alami Turun Mutu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan ada sebanyak 29.990 ton beras yang disimpan di gudang Perum Bulog sudah dalam kondisi yang menurun mutunya. Dari jumlah itu, mayoritas stok beras tersebut berasal dari luar negeri alias impor.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Bapanas Nita Yulianis dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Sebanyak 29.990 ton beras yang terdiri dari 3.000 ton beras dalam negeri dan 26.890 ton beras luar negeri tergolong telah turun mutu," ucap Nita pada tayangan Youtube Kemendagri, Senin (6/10/2025).
Untuk beras di gudang yang mengalami penurunan mutu, Bapanas memerintahkan Perum Bulog untuk segera melakukan proses ulang atau reprocessing dalam rangka memperbaiki mutu dari beras tersebut. Sehingga, beras yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat dapat terjaga kualitas dan layak dikonsumsi.
Baca Juga
Beras Alami Deflasi di September 2025, Bapanas Klaim Intervensi Pemerintah Efektif Tekan Harga
"Ketika akan disalurkan perlu melakukan pengujian kualitas CBP (cadangan beras pemerintah) secara berkala untuk memastikan beras yang disalurkan kepada masyarakat layak untuk dikonsumsi dari sisi sensori dan keamanannya," terangnya.
Selain menyoroti terkait kualitas dan jaminan mutu beras, Bapanas juga meminta Perum Bulog untuk melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait penyaluran dan penjualan beras murah atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), seperti salah satunya kerja sama dengan TNI-Polri yang juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
"Akibat GPM yang dilakukan oleh TNI Polri dalam hal ini beras SPHP yang terdapat pada GPM TNI Polri dijual dengan harga setara gudang sehingga menyulitkan mitra lainnya dalam menjual beras sphp di atas harga tersebut," ungkap Nita.

