Istana Kaji Usulan Naikkan Status Kelembagaan Bulog
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mengatakan, pemerintah akan mengkaji usulan untuk menaikkan status Perum Bulog menjadi setingkat kementerian/lembaga. Usulan tersebut diketahui datang dari salah satu anggkota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang meminta adanya penggabungan Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjadi satu kementerian.
"Nanti kita kaji ya nanti kita kaji dulu ya. Yang pasti adalah Bulog terus kita perbaiki," kata Prasetyo seusai mengikuti rapat terbatas (ratas) di kediaman pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu (12/10/2025) malam.
Menurut Prasetyo, pemerintah telah melakukan langkah untuk memperkuat peran Bulog dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia menyebut salah satunya adalah dengan adanya suntikan dana sebesar Rp16,6 triliun.
Ia mengeklaim, suntikan dana tersebut turut mendongkrak cadangan beras nasional hingga menembus rekor tertinggi. Diketahui pada Juli 2025, Perum Bulog mencatat stok beras nasional mencapai rekor tertinggi sebesar 4,2 juta ton.
"Alhamdulillah kan kemarin (tercatat) dalam sejarah, salah satu pencapaian yang tertinggi serapan dari Bulog," kata dia.
Baca Juga
Pria akrab disapa Pras itu mengatakan,pemerintah juga akan memberi pendanaan tambahan untuk mengantisipasi produksi beras dan jagung yang melimpah, sehingga Bulog bisa menyerap lebih optimal.
Berdasarkan keterangan yang dikutip dari situs resmi Kementerian Keuangan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan menambah pendanaan Investasi Pemerintah pada Perusahaan Umum (Perum) Bulog sebesar Rp5,5 triliun, dalam rangka pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).
Hal tersebut dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2025 tentang Investasi Pemerintah pada Perum Bulog dalam Pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah.
"Intinya adalah kita betul-betul, mari semua kita kerja keras untuk memastikan yang paling utama adalah pangan dulu. Kalau pangan kita aman, perut aman, selebihnya InsyaAllah aman," jelasnya.

