177 Pengembang REI Minati KUR Perumahan dengan Potensi Kredit Rp 40 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Realestat Indonesia (REI) mencatat sebanyak 177 pengembang telah menyatakan minat untuk mengakses kredit usaha rakyat (KUR) perumahan yang disediakan pemerintah dengan total plafon mencapai Rp 130 triliun.
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menyatakan, data tersebut merupakan hasil pendataan awal dari asosiasi. “Kemarin kita kirimkan yang berminat itu sudah ada 177 pengembang. Apakah sudah bertambah ataupun sudah terealisasi, ini yang belum kita monitor lagi,” katanya saat ditemui di kantor DPP REI, Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025).
Baca Juga
BTN Ajak Pengusaha dan Mahasiswa Berinovasi di Sektor Perumahan Lewat Housingpreneur 2025
Joko mengungkapkan, dari total sekitar 16.000 hingga 17.000 pengembang secara nasional, terdapat sekitar 7.000 hingga 8.000 pengembang yang aktif berdasarkan data Sistem Informasi Kumpulan Pengembang Perumahan (SiKumbang).
Dengan asumsi plafon maksimal Rp 5 miliar per pengembang, lanjutnya, potensi penyerapan dari sisi supply sektor perumahan diperkirakan bisa mencapai Rp 40 triliun. “Kalau kita ambil posisi maksimal saja Rp 5 miliar, maka penyerapan tertinggi dari sektor supply itu kan hanya Rp 40 triliun. Itu sudah kita sampaikan kepada Pak Menteri (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, red),” papar Joko.
Baca Juga
Cari Bibit Unggul Inovator Perumahan, "Kick Start' Kompetisi BTN Housingpreneur 2025 Resmi Digelar
Lebih lanjut, REI mendorong agar penyaluran KUR perumahan juga menjangkau pelaku UMKM yang terlibat dalam rantai pasok sektor perumahan, seperti industri genteng, toko bahan bangunan, kontraktor kecil, dan penyedia logistik.
“Kita berharap ini bisa berjalan lebih baik. Memang perlu ketepatan dalam pendekatan dan kecermatan untuk meng-grab pelaku agar penyerapannya lebih cepat,” pungkas Joko.

