Menteri Ara Dorong Skema Rumah Subsidi Vertikal di 4 Kota Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) mendorong penerapan skema rumah vertikal alias rumah susun (rusun) bersubsidi untuk memperluas akses hunian terjangkau di kawasan perkotaan. Program ini akan diawali dengan proyek percontohan di empat kota besar.
“Banyak warga yang ingin rumah subsidi di tengah kota. Karena itu, kami menyiapkan skema rumah subsidi vertikal dengan pilot project di Makassar, Surabaya, Jakarta, dan Medan,” kata Ara di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025).
Secara terpisah, Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati menjelaskan, proyek ini akan memanfaatkan tanah negara melalui kerja sama dengan investor.
Baca Juga
“Mekanismenya menggunakan tanah negara melalui kerja sama dengan investor, jadi nanti konsepnya hak guna bangunan (HGB) di atas hak pengelolaan lahan (HPL). Nanti bisa kita masukkan sebagai fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) di perkotaan untuk vertikal,” jelasnya.
Sri menambahkan, dua kota yang menjadi prioritas pelaksanaan tahap awal program ini adalah Jakarta dan Surabaya.
“Kita targetnya di Jakarta dan Surabaya, kita sedang membahas dengan pemerintah daerahnya. Kita juga harus pastikan dari sisi kepemilikannya, legalitas, dan aspek teknisnya,” tuturnya.
Sebelumnya, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) tengah menyiapkan skema baru Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) di perkotaan yang difokuskan pada masyarakat berpenghasilan menengah atau tanggung.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, pihaknya akan menargetkan penyaluran FLPP perkotaan tersebut ke masyarakat dengan penghasilan Rp 10 juta ke atas.
“Ini sudah kami diskusikan dengan perbankan secara intens untuk menjaring masyarakat yang penghasilannya mungkin Rp 10 juta ke atas dan fokus di perkotaan, baik untuk rumah tapak dengan rentang harga Rp 200 juta hingga Rp 500 juta maupun untuk rumah vertikal dengan harga rusunami perkotaan,” kata Heru beberapa waktu lalu.
Menurut dia, sekitar 98% penerima manfaat FLPP saat ini berasal dari kelompok berpenghasilan Rp 1 juta hingga Rp 8 juta per bulan. Sementara itu, masyarakat dengan penghasilan di atas Rp 8 juta cenderung minim memanfaatkan KPR FLPP imbas kurangnya ketersediaan lahan untuk hunian subsidi di perkotaan saat ini.
Heru juga menggarisbawahi, pentingnya penyesuaian regulasi harga per meter persegi untuk hunian vertikal subsidi di perkotaan agar pengembang tertarik menyediakan pasokan atau suplai.
“Kalau suplainya ada, tinggal penyesuaian regulasi untuk harga per meter persegi untuk high-rise building atau rumah vertikal. Itu yang sekarang masih kita diskusikan dengan Kementerian PKP dan BPS, termasuk melakukan benchmarking ke Pemerintah DKI (Pemprov Jakarta),” ujarnya.
Baca Juga
Dikatakan Heru, aturan lama mengenai harga hunian vertikal subsidi masih ditetapkan berkisar Rp 9 juta per meter persegi untuk wilayah Jakarta. Sementara saat ini harga pasar sudah mendekati Rp 14 juta per meter persegi.
Sebagai catatan, Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 606 Tahun 2020 tentang Batasan Harga Jual Rumah Susun Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah era Anies Baswedan telah menetapkan harga jual rusun subsidi per meter persegi. Berikut daftar harganya:
Jakarta Barat
Harga jual/per meter persegi tahun 2020 Rp 11.194.333
Harga jual/per meter persegi tahun 2021 Rp 11.550.089
Jakarta Selatan
Harga jual/per meter persegi tahun 2020 Rp 11.308.561
Harga jual/per meter persegi tahun 2021 Rp 11.667.947
Jakarta Timur
Harga jual/per meter persegi tahun 2020 Rp 10.965.878
Harga jual/per meter persegi tahun 2021 Rp 11.314.373
Jakarta Utara
Harga jual/per meter persegi tahun 2020 Rp 11.080.105
Harga jual/per meter persegi tahun 2021 Rp 11.432.231
Jakarta Pusat
Harga jual/per meter persegi tahun 2020 Rp 11.422.789
Harga jual/per meter persegi tahun 2021 Rp 11.785.805
Sementara itu, harga rumah susun subsidi versi pemerintah pusat sesuai Keputusan Menteri PUPR Nomor 995/KPTS/M/2021 memiliki harga rata-rata sekitar Rp 9 jutaan. Berikut daftar harga rusun subsidi di kawasan Jakarta:
Jakarta Barat
Harga jual/per meter persegi paling banyak Rp 8.900.000
Jakarta Selatan
Harga jual/per meter persegi paling banyak Rp 9.200.000
Jakarta Timur
Harga jual/per meter persegi paling banyak Rp 8.800.000
Jakarta Utara
Harga jual/per meter persegi paling banyak Rp 9.600.000
Jakarta Pusat
Harga jual/per meter persegi paling banyak Rp 9.300.000

