The Fed dan Geopolitik Jadi Ujian, Rupiah Masih Perkasa di Pasar 'Spot'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Di pasar spot, rupiah naik 12 poin atau 0,07% menjadi Rp 16.617 per dolar AS, menurut data Bloomberg pukul 09.06 WIB.
Kenaikan tipis ini terjadi di tengah indeks dolar AS yang justru menguat 0,08% menjadi 98,99, menurut data TradingView. Pergerakan dolar AS dipengaruhi oleh sentimen investor global yang cenderung berhati-hati menjelang rilis data inflasi utama AS dan pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga
Dolar AS Kembali Perkasa di Pasar Asia, Rupiah Melemah Tipis
Indeks dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia. Dolar menguat 0,07% terhadap euro, 0,03% terhadap poundsterling Inggris, 0,01% terhadap yuan China, dan 0,22% terhadap yen Jepang.
Di kawasan Asia, tren serupa juga terlihat. Dolar AS menguat terhadap peso Filipina sebesar 0,06%, dolar Singapura 0,05%, dan baht Thailand 0,06%. Namun, beberapa mata uang kawasan justru ikut menguat, seperti won Korea Selatan yang naik 0,18% dan ringgit Malaysia yang naik 0,02%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan, penguatan rupiah didorong oleh meningkatnya risk appetite investor yang dipicu hasil keuangan korporasi global yang lebih baik dari perkiraan. “Reli pada saham berkapitalisasi besar dan sektor teknologi mencerminkan meningkatnya kepercayaan menjelang rilis data inflasi utama dan pertemuan The Fed,” ujar Andry.
Optimisme pasar ini menunjukkan perusahaan-perusahaan AS tetap tangguh di tengah ketidakpastian global. Namun, sentimen negatif masih membayangi akibat potensi langkah pembatasan ekspor oleh Presiden AS Donald Trump terhadap China.
Baca Juga
BI Perkuat Stabilitas Rupiah, Agresif Beli SBN dan Longgarkan Likuiditas
Langkah itu dikabarkan akan menargetkan produk perangkat lunak asal AS sebagai respons terhadap kebijakan kontrol ekspor logam tanah jarang (rare earth) oleh Beijing. Selain itu, AS dan Uni Eropa juga sepakat menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan energi besar Rusia, yang menambah ketegangan geopolitik global.
Mengacu pada perkembangan pasar global tersebut, pelaku pasar memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.570 hingga Rp 16.695 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

