Kementerian Transmigrasi Temukan Potensi Energi Baru yang Dapat Jadi "Emas" di Sungai Mamberamo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Transmigrasi menemukan potensi besar sumber daya energi baru di Papua yang dinilai dapat menjadi “emas” bagi pencapaian target swasembada energi nasional. Potensi tersebut terletak di Sungai Mamberamo, yang memiliki panjang sekitar 1.102 kilometer dan hingga kini belum dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik.
Menteri Transmigrasi Iftitah S Suryanagara mengatakan, hasil pemetaan dalam program Trans Patriot menunjukkan bahwa Sungai Mamberamo berpotensi dikembangkan menjadi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berskala besar.
“Kalau para gubernur menghendaki pembangunan infrastruktur di Papua secara masif, harus ditemukan dulu ‘emas’-nya. Salah satu ‘emas’ yang ditemukan oleh Kementerian Transmigrasi adalah potensi Sungai Mamberamo yang sampai sekarang belum ada satu PLTA pun di sana,” kata Iftitah kepada investortrust.id di kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Ia menambahkan, pemanfaatan Sungai Mamberamo untuk PLTA dapat memberikan nilai ekonomi strategis karena bersifat investasi jangka panjang dan tidak konsumtif. Pendapatan dari listrik yang dihasilkan dapat dikapitalisasi untuk mendanai pembangunan infrastruktur lain, seperti jalan dan konektivitas antarwilayah.
“Uang yang digelontorkan pemerintah pusat bisa dikapitalisasi. Jadi sifatnya investasi, menghasilkan listrik yang bisa menopang pembangunan lainnya,” jelasnya.
Iftitah turut menerangkan, langkah awal pengembangan potensi tersebut akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. “Ini harus gradual. Disepakati dahulu atau tidak. Kalau disepakati, baru kita kembangkan dan bawa kepada Bapak Presiden,” tambahnya.
Selain potensi energi, kata Iftitah, Kementerian Transmigrasi juga mencatat peluang ekonomi lain di Papua, seperti di sektor pertanian dan pariwisata, yang dinilai dapat memperkuat basis ekonomi daerah dan mendukung pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Otonomi Khusus (Otsus) Papua melalui rapat koordinasi bersama pemerintah daerah se-Papua.
AHY menyampaikan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintah untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia.
“Yang menjadi pembahasan pada rapat koordinasi hari ini adalah sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah se-Papua, khususnya ada empat hal yang kita bahas,” kata AHY dalam rapat koordinasi bersama Menteri Transmigrasi Iftitah S Suryanagara dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Dikatakan AHY, empat agenda tersebut, meliputi pengembangan kawasan strategis dan kawasan ekonomi baru, percepatan pembangunan infrastruktur Transpapua sebagai tulang punggung konektivitas darat, integrasi konektivitas udara dan laut untuk memperlancar logistik serta mobilitas antarwilayah, dan pengembangan kawasan permukiman serta transmigrasi di sepanjang koridor Transpapua.
“Empat agenda penting tersebut tidak akan selesai dalam satu kali rakor, tetapi paling tidak kita sudah bisa mendapatkan big picture-nya, gambaran umum dan gambaran luasnya,” tuturnya.
Melansir laman resmi Pemerintah Provinsi Papua, Sungai Mamberamo memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) terbesar di Indonesia.
Berdasarkan hitungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Mamberamo memiliki potensi tenaga air sebesar 12.284 megawatt (MW) yang tersebar di 34 lokasi. Artinya, hampir sepertiga dari potensi tenaga air di Indonesia itu berada di Sungai Mamberamo.
Adapun sungai seluas 79.440 kilometer persegi (km2) itu mempunyai kedalaman 33 meter serta memiliki debit air sebesar 5.500 m/detik. Besarnya debit itu disebabkan curah hujan di daerah aliran sungai (DAS) Mamberamo sangat tinggi, mencapai 5.600 mm/tahun.
Selain itu, Sungai Mamberamo ini juga berasal dari pertemuan dua sungai besar, yakni Taritatu dari arah timur dan Tariku dari barat yang akhirnya bermuara di Samudra Pasifik.

