Pemerintah Akan Perkuat Pasokan Emas Nasional, Begini Respons Antam (ANTM)
JAKARTA, investortrust.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menyambut baik rencana pemerintah memperkuat ketersediaan emas bagi masyarakat Indonesia melalui optimalisasi pasokan dari sumber domestik.
Corporate Secretary Division Head Antam, Wisnu Danandi Haryanto menyampaikan, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat, keberlanjutan industri, dan peningkatan nilai tambah komoditas mineral nasional.
Secara prinsip, menurut Wisnu, Antam memandang rencana pemerintah memperkuat pasokan emas dari sumber domestik sebagai langkah positif dalam mendukung ketersediaan emas bagi masyarakat Indonesia.
Baca Juga
Ketegangan Geopolitik dan Suku Bunga Rendah Bikin Emas Antam (ANTM) Makin Bersinar
“Inisiatif ini juga sejalan dengan arah kebijakan hilirisasi nasional serta semangat penguatan nilai tambah mineral sebagaimana diatur dalam ketentuan terbaru pemerintah,” ujar Wisnu dalam keterangan resmi, Sabtu (18/10/2025).
Wisnu Danandi menegaskan, besaran kewajiban pasokan dalam negeri (domestic market obligation/DMO) sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah. Kebijakan tersebut akan mempertimbangkan kebutuhan pasar domestik, kapasitas produksi nasional, serta dinamika industri emas dan perak secara menyeluruh.
“Antam mendukung penuh langkah pemerintah dalam memastikan masyarakat Indonesia memperoleh akses terhadap emas dari dalam negeri. Kami siap melaksanakan arahan pemerintah dalam rangka memperkuat pasokan emas domestik,” tandas dia.
Wisnu mengungkapkan, dalam implementasinya, Antam menilai pentingnya penerapan prinsip keadilan atau kesetaraan perlakuan (fairness) agar seluruh pelaku industri, baik penambang maupun pengolah, memperoleh kepastian usaha dan nilai ekonomi yang seimbang.
Baca Juga
Rekor Lagi, Emas Antam (ANTM) Sekarang Hampir Rp 2,4 Juta per Gram
“Kebijakan DMO diharapkan disusun dengan prinsip yang transparan dan berkeadilan, sehingga seluruh pelaku di rantai pasok dapat berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan industri emas nasional,” jelas Wisnu.
Selain itu, kata Wisnu, Antam memandang perlu adanya sinkronisasi kebijakan lintas sektor agar implementasi DMO berjalan efektif. Aspek perpajakan, tata niaga, dan regulasi pendukung lainnya perlu diharmonisasikan untuk menciptakan ekosistem logam mulia emas dan perak yang kuat dan berdaya saing.
“Antam percaya bahwa penyesuaian kebijakan yang tepat akan mendorong tumbuhnya industri logam mulia emas dan perak nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” papar Wisnu.

