Kementerian PU Percepat Tender untuk Dongkrak Serapan Anggaran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan pihaknya akan mempercepat proses kontrak dan tender proyek guna mengoptimalkan serapan anggaran tahun ini. Menurut Dody, langkah percepatan tersebut tetap dilakukan dengan memperhatikan efektivitas dan prinsip kehati-hatian dalam penggunaan anggaran.
“Jadi tender dipercepat semua karena memang diperintahkan untuk membangun dengan cepat dan tepat, tetapi tetap efektif. Jadi kami berusaha tender cepat, tetapi fungsi kehati-hatian tetap dijaga,” kata Dody kepada wartawab di JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).
Dody menjelaskan, rendahnya serapan anggaran Kementerian PU tahun ini juga dipengaruhi faktor politik anggaran. Meski demikian, ia optimistis realisasi anggaran dapat menembus lebih dari 90% hingga akhir tahun. “Sudah 52% per 16 Oktober 2025. Insyaallah akan kami percepat, dan pada Desember bisa mencapai 94% lebih,” katanya.
Sebelumnya, Dody menyampaikan pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian PU tahun 2025 mencapai Rp 86,60 triliun. Angka tersebut meningkat setelah adanya tambahan pagu efektif sebesar Rp 2,6 triliun, terdiri dari Sekolah Rakyat Tahap 1C senilai Rp 0,4 triliun dan kelanjutan kontrak multi-years contract (MYC) sebesar Rpx2,2 triliun.
Ke depan, kata Dody, Kementerian PU berencana mengajukan pembukaan blokir anggaran kepada Kementerian Keuangan.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, meskipun secara agregat penyerapan APBN tergolong moderat, masih ada sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) besar dengan realisasi di bawah 50%, salah satunya Kementerian PU.
Dalam paparannya di APBN KiTA edisi Oktober 2025, terdapat tiga K/L besar yang serapan anggarannya masih rendah, yakni Badan Gizi Nasional (BGN) sebesar 16,9%, Kementerian PU (48,2%), dan Kementerian Pertanian (32,8%).

