Bukan Cuma Omongan, Swasembada Energi RI Mulai Terlihat Nyata
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat energi dan akademisi menilai Indonesia sudah berada di jalan yang benar untuk menuju swasembada energi. Hal ini tercermin dari kinerja sektor minyak dan gas bumi (migas) di bawah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Lifting migas nasional tercatat naik signifikan dan telah melampaui asumsi target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada semester I 2025 atau mencapai rata-rata 111,9%.
Pengamat energi dari Gerilya Institute, Subhkan Agung Sulistio, mengatakan kenaikan lifting dari sekitar 430.000 menjadi hampir 600.000 barel per hari patut diapresiasi. Hal ini sudah selaras dengan Asta Cita yang dicanangkan oleh pemerintah.
“Langkah ini menunjukkan ada perbaikan tata kelola di lapangan. Namun, untuk menjaga tren positif, pemerintah perlu membuka wilayah kerja baru dan menemukan cadangan minyak baru,” ujarnya dalam diskusi publik bertajuk “Satu Tahun Prabowo-Gibran: Sudah Berdaulatkah Kita dalam Energi?”, dikutip Selasa (14/10/2025).
Baca Juga
DPR Dorong Percepatan Legalisasi Sumur Minyak Rakyat untuk Genjot Produksi Nasional
Subhkan menjelaskan, inovasi teknologi dan efisiensi biaya menjadi faktor penting dalam peningkatan produksi. “Teknologi baru membantu mengoptimalkan sumur yang sebelumnya dianggap tidak produktif. Namun, kalau kita mau jangka panjang, eksplorasi wilayah baru adalah kuncinya,” kata dia.
Salah satu kebijakan yang juga mendapat perhatian publik adalah legalisasi sumur minyak rakyat. Pemerintah memberikan izin kepada masyarakat untuk mengelola sumur-sumur tua yang sudah tidak ekonomis bagi perusahaan besar. “Itu langkah tepat. Sumur tua hasilnya kecil, jadi lebih baik diserahkan ke masyarakat. Setidaknya ini mendorong kemandirian energi di tingkat lokal,” ujar Subhkan.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Adib Miftahul, menilai capaian di sektor energi ini tidak bisa dilepaskan dari upaya Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menata ulang tata kelola sumber daya alam nasional.
“Prabowo sedang melakukan reset besar-besaran terhadap tata kelola ekonomi, termasuk energi. Ia sedang menghitung ulang kekayaan negara dan memastikan tidak ada lagi kelompok rente yang bermain di tengah,” ujar Adib.
Baca Juga
Harga Minyak Anjlok Setelah Hamas-Israel Capai Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
Menurutnya, sejumlah program, seperti hilirisasi tambang, pembangunan smelter, hingga legalisasi sumur rakyat adalah langkah konkret menuju kedaulatan energi. Namun, kata dia, tantangan besar yang dihadapi bukan hanya pada sisi kebijakan teknis, tetapi juga pada narasi publik.
“Sering kali yang jadi masalah adalah komunikasi. Potongan-potongan video atau pernyataan di media sosial membentuk persepsi negatif, padahal arah kebijakannya baik,” ujarnya.

