Wamentan Sudaryono Klaim Tanda-Tanda Swasembada Pangan Sudah Terlihat, Ini Buktinya
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebutkan, pemerintah sangat optimistis Indonesia akan segera mencapai swasembada pangan. Bahkan, menurutnya, tanda-tanda menuju swasembada pangan tersebut sudah mulai terlihat.
“Jadi kalau kita ditanya mengenai optimisme, kita katakan kita sangat optimistis (swasembada)," ucap Wamentan Sudaryono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/12/2024).
Wamentan Sudaryono menilai swasembada pangan akan tercapai dengan program intensifikasi dan ekstensifikasi yang tengah dijalankan oleh pemerintah. Hingga kini, Kementerian Pertanian sedang melakukan intensifikasi yang mencapai 7,4 juta hektare lahan LBS (luas baku sawah).
“Melalui intensifikasi, lahan tadah hujan kita alirkan air dan lahan rawa kita optimasi sehingga panen petani bisa 3 kali dalam setahun,” ungkapnya.
Baca Juga
Ia pun menambahkan, pada tahun ini, perluasan areal tanam (PAT) melalui intensifikasi berhasil menambah 1,7 juta hektare lahan panen baru, yang diperkirakan dapat menghasilkan 5 juta ton beras, memperkuat cadangan pangan nasional.
“Tahun ini intensifikasi kita atau perluasan areal tanam (PAT) dari 7,4 juta ton lahan panennya mencapai 11 juta. Dan Alhamdulillah sekarang sudah ada penambahan 1,7 juta lahan panen baru. Kalau kita kali dengan beras, maka hasilnya 5 juta ton yang artinya cadangan pangan kita bisa kita capai,” beber Sudaryono.
Selain itu, dalam program ekstensifikasi, pemerintah juga fokus pada pencetakan sawah baru di berbagai daerah untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Pengerjaan sawah baru ini dilaksanakan dengan dukungan teknologi dan mekanisasi modern.
Sudaryono menambahkan, kedua program tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan produksi pangan di Indonesia. Meski begitu, ia mengingatkan agar Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempersiapkan diri untuk menyerap gabah petani saat panen raya, terutama mengingat produksi pangan yang diperkirakan meningkat tajam pada 2025.
"Kami yakin pada 2025 produksi pangan akan melimpah, karena tanda-tanda keberhasilan sudah terlihat. Ini bukan janji, tapi upaya ini yang sedang kami kerjakan. Jadi kalau tanamnya lebih banyak Insyaallah panennya juga jauh lebih banyak,” paparnya.

