Menteri Ara Harap Penyaluran 50.000 Rumah Subsidi Buruh Bisa Terlampaui
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) berharap realisasi penyaluran 50.000 rumah subsidi untuk buruh pada akhir 2025 dapat terlampaui seperti akad massal pada akhir September lalu. Program tersebut tengah dipersiapkan bersama pengembang dan perbankan yang tergabung dalam ekosistem perumahan rakyat.
"Kau doakan lah, mudah-mudahan 'meleset' (melampaui target) lagi ya," kata Ara di kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Senin (13/10/2025) malam.
Ia menjelaskan, seluruh pihak yang terlibat dalam program rumah subsidi menunjukkan kekompakan dan semangat untuk mempercepat realisasi pembangunan. “Ekosistemnya kompak, pengembangnya kompak, banknya kompak. Ini semua kerja kebersamaan, pengembangnya tambah semangat,” tandas Ara.
Baca Juga
Angga Bos Pesona Kahuripan Bidik Pembangunan 6.000 Rumah Subsidi pada 2026
Menteri Ara menyampaikan, dirinya telah meninjau sejumlah proyek rumah subsidi di berbagai daerah, khususnya Sumatra Utara (Sumut) pekan lalu. “Saya baru dari Sumatra Utara, bagus-bagus (rumah subsidi, red) di situ. Minggu ini saya ke Jawa Timur selama 4 hari,” ucapnya.
Selain rumah subsidi, lanjut Ara, pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan melalui kredit usaha rakyat (KUR) perumahan, insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk hunian, hingga dukungan APBN Kementerian PKP. “Ada KUR, ada rumah subsidi, juga APBN, kita cek semuanya,” ungkapnya.
Secara terpisah, Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan peluncuran KUR perumahan pada Rabu (15/10/2025) di Surabaya, Jawa Timur.
“Sistem ini akan go live pada Senin (13/10/2025), dan kami targetkan seluruh bank pelaksana, sudah siap beroperasi penuh sebelum peluncuran nasional bersama Presiden di Surabaya pada 15 Oktober 2025,” ungkap Sri dalam keterangan pers, dikutip Selasa (14/10/2025).
Adapun pelaksanaan KUR perumahan alias kredit program perumahan (KPP) akan didukung Sistem Informasi Kredit Perumahan (SIKP) yang dikembangkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). “Sistem ini akan menjadi tulang punggung dalam pengelolaan data, verifikasi, dan penyaluran kredit secara transparan dan efisien,” tutur Sri.
Baca Juga
Dari Ojek ke Pengembang, Wawan Bangun Ribuan Rumah Subsidi hingga Dipuji Prabowo
Menteri Ara sebelumnya meminta maaf karena tidak menepati janji kepada Presiden Prabowo Subianto. Ara pernah berjanji untuk melakukan akad massal sebanyak 25.000 rumah subsidi justru menjadi 26.000 rumah subsidi.
"Saya mohon maaf karena saya tidak menepati janji, karena hari ini Tapera, semua bank penyalur menyiapkan untuk Bapak resmikan 26.000 (rumah subsidi). Mohon maaf, Pak, karena apa yang saya janjikan itu 'meleset'," katanya di acara akad massal 26.000 rumah subsidi di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025).

