Dari Ojek ke Pengembang, Wawan Bangun Ribuan Rumah Subsidi hingga Dipuji Prabowo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Direktur Utama PT Kawah Anugerah Property, M Ridwan – akrab disapa Wawan – meniti perjalanan panjang sebelum menjadi salah satu pengembang rumah subsidi di Serang, Banten. Wawan memulai karier pada 2008 dengan bekerja serabutan, termasuk menjadi pengemudi ojek pangkalan setelah gagal melamar di sejumlah perusahaan di Batam.
Pada 2009, ia diterima bekerja di perusahaan properti. Sejak itu, Wawan berkomitmen untuk mendalami seluruh aspek bisnis properti, mulai dari penjualan, legalitas, perizinan, hingga pengelolaan proyek.
“Dari situ saya sudah beriktikad untuk akan menjadi pengusaha, karena bisa berdampak dan memberikan manfaat ke banyak orang. Mulai untuk keluarga, untuk masyarakat, bahkan negara karena kita menyumbang pajak dari situ,” kata Wawan saat ditemui di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025).
Baca Juga
Setelah 26.000, Menteri Ara Janjikan 50.000 Rumah Subsidi Lagi Akad Desember
Setelah tujuh tahun bekerja sebagai staf, pada 2018 ia mendirikan perusahaannya sendiri, yakni PT Kawah Anugerah Property. Proyek perdananya dimulai dengan lahan kurang dari 1 hektare (ha) berisi 84 unit rumah subsidi dengan modal Rp 300 juta.
“Dari 84 unit itu, saya kembangkan lagi tahun berikutnya (2019) sekitar 260 unit. Tahun berikutnya (2020), saya kembangkan lagi 5 hektare. Terus saya kembangkan lagi 23 hektare. Terus saya kembangkan lagi saat ini 40 hektare sampai dengan 60 hektare. Semua itu perlu kerja keras, perlu kesabaran dan butuh mental,” jelas Wawan.
Menurut Wawan, setiap unit rumah subsidi yang dibangun dapat menyerap 4–5 tenaga kerja. Seiring bertambahnya skala proyek, perseroan juga ikut menggerakkan UMKM sekitar kawasan perumahan.
“Kalau misalnya semakin banyak yang saya bangun (rumah subsidi), itu semakin banyak tenaga kerja yang diserap. Begitu juga dengan warung-warung, pasti ada setiap kita buka proyek pasti banyak UMKM yang ikut naik,” ujar dia.
Baca Juga
Presiden Prabowo Hormat kepada Eks Office Boy yang Mampu Raup Pendapatan Rp120 Miliar
Tak sampai di situ, Wawan juga menargetkan pembangunan 6.000 unit rumah subsidi pada 2026, dengan proyeksi laba Rp 150 miliar, naik dari Rp 50 miliar pada tahun ini. Menurut dia, target ambisius itu dapat dicapai berkat dukungan dari pemerintah.
“Saya yakin karena adanya penambahan kuota (KPR FLPP) 350.000 itu, terus Pak Ara (Menteri PKP Maruarar Sirait) lakukan lagi free BPHTB, PBG, dan PPN, terus adanya KUR (perumahan) lagi. Dan saya yakin, ke depannya bakalan banyak program-program Yang dikeluarkan untuk memudahkan, baik untuk MBR maupun pelaku usaha,” pungkas Wawan.
"Kalau seorang office boy dalam 8 tahun bisa menghasilkan Rp120 miliar. Enggak pake nyolong, enggak pake korupsi. Ini adalah putra-putra Indonesia yang harus kita banggakan. Ini masa depan kita," kata Prabowo.
Kepala Negara menegaskan keberhasilan Wawan dan Angga dapat menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya generasi muda. Prabowo bahkan mengirim pesan keras kepada para pelaku korupsi, membandingkan korupsi yang merugikan negara dengan pencapaian luar biasa dari seorang anak bangsa yang membangun bisnisnya dari nol secara jujur dan bermartabat.
"Luar biasa kau, kerja keras, kerja kreatif, kerja dengan tulus ikhlas. Luar biasa, saya jenderal, saya hormat sama kau. Ini warga Indonesia yang kita banggakan,” kata Prabowo.

