Kementerian ESDM ‘Pede’ Target Emisi Gas Rumah Kaca Terlampaui
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) percaya diri (pede) realisasi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sektor energi pada 2024 melampaui target yang ditetapkan sebanyak 142 juta ton.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi ESDM, Chrisnawan Anditya mengungkapkan, pemerintah menargetkan reduksi emisi di sektor energi hingga 358 juta CO2 pada 2030.
Baca Juga
Komitmen tersebut, menurut Chrisnawan, disampaikan dalam Enhanced-Nationally Determined Contribution (NDC) yang menunjukkan peningkatan target penurunan gas rumah kaca, dari sebelumnya 29% menjadi sekitar 32% atau setara 915 juta ton CO2 pada 2030.
“Dari target 915 juta ton penurunan CO2 pada 2030, sektor energi diharapkan berkontribusi 358 juta ton CO2,” kata Chrisnawan Anditya dalam webinar Status and Trends of the Hydrogen Economy: Indonesia’s Perspectives and Experiences, Selasa (2/4/2024).
Realisasi capaian penurunan emisi GRK sektor energi, kata Chrisnawan, selalu melampaui target sejak 2019. Hal inilah yang membuat Kementerian ESDM yakin reduksi emisi di sektor energi pada 2024 kembali melewati target.
“Sebagai gambaran, realisasi penurunan emisi GRK sektor energi pada 2023 mencapai 127,7 juta ton CO2 atau di atas target yang dipatok 116 juta ton. Kami di Kementerian ESDM optimistis bahwa target tahun ini juga terlampaui dan terpenuhi,” tegas dia.
Meski penurunan emisi di sektor energi menunjukkan hal positif, Chrisnawan tidak memungkiri bahwa saat ini Indonesia masih memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap energi fosil.
Baca Juga
“Pada 2023, penggunaan energi fosil mencapai 87% terhadap total energi primer Indonesia. Ke depan, peran energi fosil akan semakin dikurangi seiring dengan komitmen Indonesia ikut berpartisipasi menghadapi perubahan iklim global,” ujar dia.

