Penjualan Mobil Loyo, Gaikindo Andalkan GJAW 2025 Kejar Penjualan 800.000 Unit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kembali memasang harapan besar agar penjualan mobil 2025 mampu mendekati 800.000 unit. Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menyebut pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) pada 21–30 November 2025 akan menjadi momentum penting untuk mengangkat pasar yang masih lesu sepanjang tahun berjalan.
“Kami berusaha keras nih, dan mudah-mudahan dengan pameran ini betul-betul difasilitasi dengan harga yang terjangkau dan banyak program yang bisa digunakan untuk konsumen mendapatkan kendaraan di akhir tahun,” ujar Putu di ICE BSD, Kab Tangerang, Jumat (21/11/2025).
Gaikindo sebelumnya menetapkan target penjualan nasional di kisaran 850.000-900.000 unit, mengacu realisasi 2024 yang mencapai 865.000 unit secara wholesales. Namun hingga Januari-Oktober 2025, realisasi wholesales baru sampai 635.844 unit, turun 10,6% secara tahunan. Penjualan ritel juga masih tertekan 9,6% yoy menjadi 660.659 unit.
Meski kondisi tidak mudah, Putu menegaskan keyakinannya bahwa penjualan masih bisa dikejar mendekati target. “Kami sih masih optimis, tetapi setidaknya mampu mendekati di angka 800.000 lah ya. Walaupun masih di bawah tahun lalu, tetapi tidak jauh,” jelasnya.
Baca Juga
Gaikindo Harap GJAW 2025 Dongkrak Pasar Otomotif Jelang Akhir Tahun
Sebelumnya Gaikindo juga menargetkan jumlah pengunjung GJAW 2025 meningkat dari capaian tahun lalu yang berada di kisaran 148.000-150.000 orang. Nilai transaksi diperkirakan ikut naik dan berpotensi melampaui total transaksi tahun lalu yang mencapai Rp 5,1 triliun.
"Kita dorong biar bisa mengangkat penjualan, kalau di Oktober, November, Desember naik, kita bisa mendekati proyeksi tadi. Kita semua optimis dan semoga SPK-nya banyak,” ujar Putu.
Lesunya penjualan tak lepas dari tekanan daya beli masyarakat akibat perlambatan ekonomi nasional. Kondisi ini menahan konsumsi rumah tangga termasuk pembelian barang tahan lama seperti kendaraan bermotor.
Segmen Low Cost Green Car (LCGC) menjadi yang paling terpukul. Gaikindo mencatat penjualan LCGC sepanjang Januari-September 2025 hanya 94.312 unit, anjlok lebih dari 30% secara tahunan. Penurunan terdalam terjadi pada Juni 2025 yang mencapai 45,58% yoy.
Meski penuh tantangan, Gaikindo tetap memandang peluang perbaikan di tahun depan. “Kami optimistis pasar otomotif akan kembali membaik seiring pulihnya daya beli masyarakat dan meningkatnya aktivitas industri," harap Putu.

