Menperin Agus Rayu Xiaomi untuk Investasi Mobil Listrik di Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) RI Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong Xiaomi untuk menjajaki peluang investasi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia. Apalagi, Xiaomi baru saja meluncurkan produk kendaraan listrik, yaitu Xiaomi SU7.
Hal tersebut terungkap saat Menperin Agus Gumiwang melakukan pertemuan bilateral dengan Associate Government Affairs Director Xiaomi Communications Co., Ltd., Jon Dove di Shanghai, Tiongkok.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemenperin RI Eko SA Cahyanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta, serta perwakilan dari PT Xiaomi Technology Indonesia, yaitu Zhao Wentao (Managing Director) dan Tel Lee (Product Certification Manager).
"Kami mendorong agar Xiaomi dapat menjajaki investasi pada sektor kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Ini akan memperkaya pilihan kendaraan bagi konsumen Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem industri hijau nasional,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/10/2025).
Hingga 2025, Xiaomi telah menanamkan investasi senilai Rp 3 triliun di Indonesia untuk produksi smartphone, tablet, dan televisi. Perusahaan ini kini menjadi salah satu merek smartphone unggulan di pasar nasional, dengan pangsa pasar sebesar 21% pada kuartal II tahun 2025.
“Investasi Xiaomi berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, transfer teknologi, serta memperkuat daya saing industri elektronik nasional. Hal ini sejalan dengan visi Making Indonesia 4.0 yang menempatkan sektor elektronika sebagai salah satu prioritas utama,” bebernya.
Untuk itu, selain melirik sektor otomotif, Menperin Agus juga mengemukakan pemerintah Indonesia mendukung rencana Xiaomi untuk memproduksi tablet secara lokal di Indonesia. Khususnya untuk model yang telah hadir di pasar domestik.
“Kami mendorong Xiaomi agar segera menyampaikan business plan yang terperinci untuk lima tahun ke depan, guna merealisasikan rencana investasi baru di Indonesia. Rencana tersebut diharapkan mencakup strategi pengembangan fasilitas produksi, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan mitra lokal,” ungkap Agus.

