Beras Alami Deflasi di September 2025, Bapanas Klaim Intervensi Pemerintah Efektif Tekan Harga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa intervensi pemerintah dalam stabilisasi harga beras melalui Perum Bulog terbukti efektif. Ia mengklaim langkah ini berkontribusi terhadap deflasi sebesar 0,13% yang terjadi pada September 2025.
Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), deflasi ini menjadi fenomena yang menarik karena berbeda dengan tren empat tahun terakhir (2021–2024), di mana beras cenderung mengalami inflasi pada bulan September. Tahun ini, justru terjadi deflasi dengan kontribusi beras sebesar 0,01% terhadap penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Arief menjelaskan, "Kondisi ini menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Ketika komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang mendorong inflasi, beras justru mengalami penurunan harga."
Ia menambahkan bahwa penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar tradisional, ritel modern, dan berbagai jalur distribusi lainnya berdampak langsung terhadap kestabilan pasokan. Selain itu, pemerintah juga menggulirkan program bantuan pangan beras selama dua bulan yang menyasar 18,2 juta warga berpendapatan rendah.
Baca Juga
Bapanas Tegaskan Bulog Wajib Salurkan Bantuan Beras dalam Kondisi Layak Konsumsi
Berdasarkan Panel Harga NFA per 1 Oktober 2025, harga rata-rata beras premium di tingkat konsumen secara nasional turun 0,08% dari Rp 16.011 menjadi Rp 15.982 per kilogram. Sementara beras medium mengalami penurunan 0,15% dari Rp 13.887 menjadi Rp 13.856 per kilogram dibandingkan minggu sebelumnya.
Adapun realisasi penjualan beras SPHP hingga saat ini telah mencapai 424.520 ton atau 28,17% dari target 1,5 juta ton untuk tahun 2025. Sementara itu, penyaluran bantuan pangan beras selama periode Juni–Juli 2025 mencapai 363.959 ton, atau sekitar 99,57% dari target 365.541 ton.
Untuk memperkuat pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang bantuan pangan selama dua bulan ke depan, yaitu Oktober dan November 2025. Program ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi yang diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Bantuan tersebut mencakup 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng merek Minyakita per bulan bagi 18,277 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

