Anggaran Rp 1,2 T Progran Padat Karya Jalan dan Jembatan Buka 43.000 Lapangan Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melanjutkan program padat karya infrastruktur bidang jalan dan jembatan pada tahun anggaran (TA) 2025 dengan menyerap tenaga kerja 43.628 orang atau setara 2.909.075 hari orang kerja (HOK).
Adapun, progres fisik program telah mencapai 62,1% dan digarap oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di bawah Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga.
Baca Juga
IEU-CEPA Rampung Jadi Titik Terang, Apindo: Industri Padat Karya Bersiap Tembus Pasar Eropa
"Kementerian PU mengalokasikan anggaran TA 2025 sebesar Rp 1,2 triliun untuk program padat karya jalan dan jembatan yang tersebar di 1.059 lokasi. Anggaran digunakan untuk pekerjaan infrastruktur berskala kecil, seperti pemeliharaan jalan dan jembatan dengan melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja," kata Menteri PU, Dody Hanggodo dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (1/10/2025).
Pada bidang jalan, pemeliharaan rutin, seperti pembersihan median, pengecatan marka, dan perbaikan ringan mencatat progres 63,78% dengan serapan 33.052 tenaga kerja. Sementara itu, pemeliharaan rutin kondisi jalan terealisasi 43,96% dengan serapan 244 tenaga kerja, serta pekerjaan penunjangan jalan (holding) mencapai progres 62,56% dengan serapan 23 tenaga kerja.
Di bidang jembatan, pekerjaan pemeliharaan rutin, seperti pengecatan rangka jembatan telah mencapai progres 57,9% dengan serapan 9.674 tenaga kerja dari target 12.180 orang. Tambahan kegiatan padat karya kontraktual mencatat progres 33,41% dengan serapan 635 tenaga kerja.
Baca Juga
Ungkap PHK Paling Banyak dari Sektor Padat Karya, Bos Apindo Minta Insentif Fiskal
Menteri PU menyebutkan, program padat karya ini merupakan bagian strategi pembangunan yang diarahkan untuk mendukung target sektor pekerjaan umum, yakni efisiensi investasi, pengentasan kemiskinan, serta pendorong pertumbuhan ekonomi.
"Program ini adalah instrumen penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat. Dengan melibatkan warga setempat dalam pembangunan, padat karya membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan daya beli masyarakat," pungkas Dody.

