IEU-CEPA Rampung Jadi Titik Terang, Apindo: Industri Padat Karya Bersiap Tembus Pasar Eropa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyambut baik penyelesaian substansi perundingan perjanjian dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Penyelesaian ini akan membawa angin segar terhadap industry padat karya ke depan.
“Dunia usaha tentu menyambut baik kabar mengenai tercapainya titik terang dalam perundingan Indonesia–EU CEPA,” ujar Shinta kepada Investortrust, Senin (14/7/2025).
Baca Juga
Pasar Eropa Capai US$ 6,6 Triliun, IEU-CEPA Jadi Peluang Strategis Ekspor Indonesia
Meskipun perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa ini diperkirakan baru mulai berlaku pada akhir 2026 atau 2027, Shinta menilai bahwa masa transisi yang tersedia merupakan momentum strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal, khususnya oleh pelaku usaha.
“Masa transisi ini justru menjadi waktu yang sangat strategis untuk mempersiapkan fondasi agar manfaat IEU–CEPA dapat dioptimalkan sejak hari pertama diberlakukan nanti,” ungkapnya.
Shinta menyebut, pelaku usaha di sektor industri padat karya seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, furnitur, dan perikanan harus segera mempersiapkan diri agar dapat memanfaatkan peluang peningkatan akses ke pasar Eropa secara maksimal.
“Apindo sendiri akan membantu pemerintah mempersiapkan upaya sosialisasi dan diseminasi informasi kepada para eksportir. Termasuk juga untuk memperkuat daya saing terhadap negara-negara pesaing seperti Vietnam yang lebih dulu memiliki akses istimewa ke pasar Eropa. Jadi meskipun perjanjiannya belum resmi diberlakukan, dunia usaha menyatakan siap,” tegas Shinta.
Baca Juga
IEU-CEPA RI–Eropa Siap Masuk Babak Final Setelah 10 Tahun Negosiasi, 80% Pos Tarif Jadi Nol
Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan bahwa IEU-CEPA dapat menjadi alternatif strategis dalam mencari pasar ekspor baru yang lebih luas.
Menurut Budi, total nilai impor dari seluruh dunia ke Uni Eropa saat ini mencapai US$ 6,6 triliun, menjadikan kawasan tersebut sebagai pasar potensial yang sangat besar bagi produk Indonesia. "Dan ini alternatif baru ya buat pasar kita ya, kan impor EU itu ke dunia kan US$ 6,6 triliun," ucap Mendag Budi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Senin (14/7/2025).
Dengan tercapainya kesepakatan ini, pelaku industri dalam negeri diharapkan bisa segera melakukan langkah adaptif dan kompetitif, agar IEU-CEPA benar-benar memberikan dampak ekonomi yang optimal sejak awal implementasi.

