Prabowo Pangkas 145 Aturan Distribusi Pupuk Bersubsidi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan menyalurkan subsidi pupuk langsung ke petani tanpa perantara. Kebijakan ini diambil untuk memangkas rantai distribusi yang selama ini dinilai terlalu panjang dan sarat regulasi sehingga pupuk kerap tidak sampai ke petani yang membutuhkan.
Prabowo menyebutkan bahwa sebelumnya ada 145 aturan yang harus dilalui dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Proses tersebut dinilai tidak efisien dan berpotensi menimbulkan penyimpangan.
Baca Juga
Revitalisasi Pabrik, Pupuk Indonesia Tekan Biaya Produksi Rp 1,5 Triliun per Tahun
"Saudara-saudara sekalian, sekarang pupuk sampai ke petani tadinya ada 145 peraturan. Harus tanda tangan ini, tanda tangan itu, habis itu pupuk menghilang entah ke mana. Saya hapus semua itu. Dari pabrik pupuk milik negara, pupuk disubsidi negara maka pupuk itu harus langsung ke petani, jangan terlalu banyak perantara," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Musyawarah Nasional (Munas) Ke-VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (29/9/2025),
Prabowo menyoroti praktik distribusi yang kerap dipengaruhi kepentingan politik lokal. Menurutnya, ada kecenderungan distribusi pupuk dipolitisasi oleh keluarga pejabat daerah atau pihak-pihak tertentu.
"Saya sudah lama jadi orang Indonesia saya tahu distributor itu. Saya tahu itu ponakan bupati, sepupunya, tim suksesnya. Habis itu sudahlah, kita sudah tahu kan kalau bupati nanti yang harus tanda tangan nanti dia cek, kecamatan itu enggak milih gue, enggak deh pupuknya kurangi aja, kasih yang milih gua. Ini yang enggak benar saudara-saudara," tegasnya.
Ia menekankan pemerintah akan bersikap tegas dalam menegakkan hukum untuk melindungi kepentingan petani dan memastikan subsidi benar-benar tepat sasaran.
Baca Juga
Pupuk Indonesia Butuh Investasi Rp 54 Triliun untuk Revitalisasi Pabrik
"Kalau ada yang menganggap pemerintah Indonesia itu bodoh, lemah dan bisa dibeli, kalau ada yang anggap itu terus, saya akan terus buktikan bahwa pemerintah Indonesia yang sekarang tidak gentar dan ragu-ragu menegakan kebenaran dan keadilan," ujar Prabowo.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan distribusi langsung, petani dapat memperoleh pupuk tepat waktu dan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.

