Kemenperin Luncurkan Peta Jalan Jasa Industri 2025-2045, Demi Indonesia Emas
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan peta jalan (roadmap) jasa industri 2025 – 2045. Langkah ini berpotensi meningkatkan kontribusi dan pertumbuhan ekonomi nasional pada sektor industri manufaktur.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyebutkan dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga 8% tersebut, pemerintah perlu mencari sumber-sumber kontribusi baru bagi perekonomian nasional.
"Pengembangan jasa industri harus dikembangkan bukan hanya sebagai pendukung, tetapi sebagai penggerak utama yang dapat mendukung efisiensi, produktivitas dan keberlanjutan industri nasional," ucap Faisol dalam keterangannya, Selasa (17/12/2024).
Wamenperin Faisol, menilai jasa industri dinilai mampu menunjang kegiatan sektor industri pengolahan dan sektor lainnya untuk memberikan kontribusi terhadap nilai Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Baca Juga
PMI Manufaktur Indonesia Kontraksi 5 Bulan Berturut-turut, Ini Respons Kemenperin
"Berdasarkan perhitungan Kemenperin, jasa industri non-C diperkirakan berkontribusi sebesar 3,06% terhadap PDB nasional. Kontribusi yang signifikan ini mendorong pentingnya menyusun strategi dan program yang bertujuan menjaga dan meningkatkan kontribusinya dalam perekonomian nasional," bebernya.
Adapun empat sasaran yang dicanangkan dalam roadmap pengembangan jasa Iindustri adalah meningkatnya kontribusi sektor jasa industri terhadap perekonomian nasional hingga mencapai 6,04% pada 2045. Tercapainya pertumbuhan sektor jasa industri di atas pertumbuhan PDB nasional.
Meningkatnya penguasaan pasar dalam negeri dan berkembangnya industri pendukung di dalam negeri, serta meningkatnya jumlah tenaga kerja di sektor jasa industri yang berkualifikasi dan memiliki sertifikasi yang relevan.
"Tantangan yang dihadapi sektor industri saat ini semakin kompleks, tentu roadmap ini harus kita optimalkan karena akan membantu untuk mengakselerasi potensi yanga ada di jasa industri, dengan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan sektor industri," terang Faisol.

