Garuda Indonesia (GIAA) Tambah 1 Pesawat Boeing, Bakal Operasikan 75 Armada
JAKARTA, investortrust.id – Maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah mengoperasikan satu pesawat berbadan sempit (narrow body) tambahan berjenis Boeing 737-800NG dengan nomor registrasi PK-GUG pada Sabtu (18/1/2025).
Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan menyatakan, pesawat yang tiba pada akhir Desember 2024 itu merupakan pesawat kedua dari total empat armada tambahan yang diproyeksikan diterima oleh Garuda hingga kuartal I-2025. Artinya, maskapai tersohor ini akan mengoperasikan sekitar 75 armada sampai dengan Maret 2025 mendatang.
“Dengan hadirnya armada tambahan ini, maka Garuda Indonesia hingga awal tahun ini akan mengoperasikan sedikitnya 73 armada, yang terdiri dari 43 armada narrow body Boeing 737-800NG, 22 armada wide body Airbus A330 Series, dan 8 armada wide body Boeing 777-300ER,” kata Wamildan dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (23/1/2025).
Wamildan juga berharap, Garuda Indonesia dapat terus meningkatkan kapasitas penerbangan melalui penambahan armada maupun alat produksi lainnya secara bertahap guna mewujudkan kebangkitan sektor pariwisata nasional.
Baca Juga
“Melalui penerbangan armada tambahan ini, Garuda Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas penerbangan melalui penambahan alat produksi secara bertahap yang selaras dengan peningkatan mobilitas masyarakat,” imbuh dia.
Adapun pengoperasian PK-GUG tersebut bertepatan dengan penerbangan perdana livery Tahilalats yang merupakan hasil kolaborasi antara Garuda Indonesia, Tahilalats, serta Kementerian Ekonomi dan Kreatif (Kemenkraf) yang resmi diperkenalkan ke publik pada Jumat (17/1/2025), dan terbang perdana pada keesokan harinya dengan nomor penerbangan GA-422 rute Jakarta - Denpasar.
“Selanjutnya, pesawat PK-GUG akan dioptimalkan untuk mendukung penerbangan Garuda Indonesia ke berbagai rute domestik dan internasional. Di sisi lain, kolaborasi bersama Kemenkraf dan IP lokal Tahilalats kami harapkan juga dapat meningkatkan awareness dan excitement masyarakat dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif, khususnya Intellectual Property (IP) unggulan nasional,” ujar Wamildan.

