Garuda 'Nggak' Main-main, Ekspansi 2 Rute Plus Mitra Global Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membidik rute penerbangan baru sepanjang pada 2025. Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim mengatakan, kedua rute yang telah ditambah adalah Jakarta–Samarinda dan Halim–Denpasar.
“Selain pembukaan rute baru, kami juga melakukan knock-off beberapa rute yang tidak menguntungkan,” ujar Reza dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR melalui pantauan youtube TV Parlemen, Senin (22/9/2025).
Baca Juga
Wamen Stella Sebut Calon Lokasi Sekolah Garuda di Mempawah Potensial Jadi Pusat Pendidikan
Hingga akhir tahun ini, Garuda Indonesia merencanakan penghentian beberapa rute tambahan yang kurang menguntungkan, restrukturisasi rute intra-Papua, serta pembukaan rute baru Halim–Palembang. “Kemungkinan ini marketnya cukup besar Pak, yaitu (rute) Halim-Palembang,” kata Reza.
Menurut Reza, perseroan juga tengah mengkaji peluang perluasan jaringan domestik maupun internasional dengan tetap memperhatikan profitabilitas serta kesiapan armada.
Di sisi kerja sama internasional, Garuda Indonesia kini telah menjalin kemitraan tidak kurang dari 70 maskapai global, di antaranya Starlux Airlines, Scandinavian Airlines (SAS), Japan Airlines (JAL), InterGlobe Aviation Limited atau IndiGo asal India, dan Kenya Airways. “Kolaborasi ini menambah akses ke puluhan rute baru, baik di Asia, Eropa, India, Afrika, maupun domestik Indonesia,” jelas Reza.
Baca Juga
Danantara Masih Kaji Penggabungan Pelita Air ke Garuda Indonesia
Garuda Indonesia juga berencana menambah mitra maskapai global lainnya. Pada 2026, perseroan akan menjalin kerja sama dengan maskapai JetBlue, Riyadh Air, dan Virgin Atlantic asal Inggris.
“Ke depan rencana penambahan beberapa airline global, kerja samanya akan direncanakan dengan JetBlue, Riyadh Air, dan Virgin Atlantic pada tahun depan untuk memperkuat ekosistem kami di global,” pungkas Reza.

