AI Diproyeksi Sumbang Rp 1.200 Triliun per Tahun ke Ekonomi Indonesia pada 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menyebut kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat menyumbang hingga 3,67% pertumbuhan ekonomi nasional pada 2030, setara lebih dari Rp 1.200 triliun per tahun.
“AI bukan sekadar adopsi, melainkan integrasi strategis yang akan embedded dalam perekonomian nasional. Kalau kita berani mengelola dengan bijak, pertumbuhannya nyata,” ujar Edwin dalam AI Innovation Summit (AIIS) 2025 di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Baca Juga
Menurut Edwin, kontribusi AI sudah terasa pada sektor keuangan dan e-commerce, sementara sektor lain seperti pertanian, pendidikan, maritim, logistik, dan manufaktur berpotensi melompat jauh jika diakselerasi dengan otomasi cerdas dan predictive maintenance.
Ia menegaskan pemerintah sedang menyiapkan buku putih peta jalan AI nasional sebagai panduan strategis dengan empat fokus yakni, membangun kapasitas inovasi, memperkuat kepentingan nasional, mengurangi risiko, dan memastikan pertumbuhan inklusif.
Selain itu, pedoman etika AI juga akan segera diterbitkan, menekankan transparansi, akuntabilitas, perlindungan data, keberlanjutan, dan inklusivitas.
“Kami ingin setiap algoritma yang dikembangkan di Indonesia tidak hanya efisien, tetapi juga adil dan tidak diskriminatif,” jelasnya.
Pemerintah juga menyoroti tantangan infrastruktur. Hal ini karena AI membutuhkan national data hub berbasis cloud, GPU, TPU cluster, dan green energy super grid untuk menjamin pasokan energi ramah lingkungan.
“AI adalah masa depan. Tetapi tanpa fondasi infrastruktur, regulasi, dan kepercayaan publik, ekosistemnya tidak akan berkelanjutan,” pungkas Edwin.
Pengaplikasian Peta Jalan AI Nasional
Pemerintah telah menargetkan implementasi peta jalan AI nasional dimulai pada kuartal IV tahun 2025. Sebelumnya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria mengungkapkan ada dua peraturan presiden (perpres) tentang AI yang sedang disiapkan secara simultan dan ditargetkan rampung bulan ini.
Perpres pertama akan berfungsi sebagai peta jalan nasional AI. Sedangkan perpres kedua dirancang untuk mengatur aspek keselamatan dan keamanan dalam penggunaan AI.
“Yang pertama untuk mengukuhkan semacam buku putih untuk peta jalan AI nasional, lalu yang kedua mengatur tentang keselamatan dan keamanan dalam pemakaian AI,” kata Nezar, Senin (15/9/2025).
Nezar menambahkan, proses penyusunan regulasi sudah memasuki tahap akhir. Draft aturan juga telah disusun dan konsultasi publik dengan pemangku kepentingan juga sedang berjalan.
Baca Juga
Konferensi Backbase Asia Pacific 2025 Digelar di Bali, Penerapan AI Perbankan Jadi Sorotan
Pemerintah sejauh ini masih akan melakukan pengecekan ulang agar kedua Perpres benar-benar menjawab kebutuhan adopsi teknologi AI di Indonesia.
“Kita akan melakukan check dan recheck

