Pasca-Demo, Menteri PU Ungkap Gedung Grahadi hingga DPRD di Jatim Terdampak Vandalisme
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menyampaikan, tindakan vandalisme dari oknum tak dikenal pada aksi unjuk rasa Kamis (28/8/2025)-Sabtu (30/8/2025) berdampak cukup besar di Jawa Timur dan Makassar.
“Yang paling besar Jawa Timur, karena ada dua kabupaten dan kota, gedung DPRD yang kena. Gedung Grahadi juga dibakar, tetapi kemarin saya sempat mengobrol dengan Pak Sekda Jatim (Adhy Karyono), beliau mau renovasi sendiri. Nanti kita yang bantu dari sisi teknisnya,” ujar Dody saat meninjau GT Pejompongan dan Halte Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Selain Jawa Timur, Dody menyebut aksi vandalisme juga cukup besar terjadi di Makassar, khususnya gedung DPRD yang dilahap ''si jago merah''. Ia memastikan pemerintah akan memaksimalkan langkah perbaikan pada fasilitas yang terdampak.
Tak hanya itu, Menteri Dody juga menyebut total kerusakan aset yang terdampak vandalisme di seluruh Indonesia mencapai hampir Rp 900 miliar.
Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memastikan seluruh Gerbang Tol Otomatis (GTO) yang terdampak aksi vandalisme segera kembali beroperasi penuh pekan depan, tepatnya di Rabu (10/9/2025). Hal ini menyusul aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang memuncak pada Jumat (29/8/2025) hingga Sabtu (30/8/2025) lalu di sejumlah titik vital Kota Jakarta.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono menyampaikan, perbaikan gerbang tol (GT) masuk dalam rencana mitigasi perusahaan dan ditanggung dari dana darurat.
“Sebenernya ini sudah ada bagian dari pencadangan, kalau ada pengrusakan seperti ini, jadi secara perusahaan masih memungkinkan. Yang paling penting adalah pelayanan kepada masyarakat itu bisa dilakukan lebih cepat,” kata Rivan saat ditemui di GT Pejompongan, Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Menurut Rivan, tujuh gerbang tol yang terkena dampak akan berfungsi kembali mulai besok dengan bantuan mobile reader. Selanjutnya, sebanyak 17 dari total 22 GTO ditargetkan beroperasi secara fungsional pada Minggu (7/9/2025), dan seluruh GTO kembali normal pada Rabu (10/9/2025).
Ia menambahkan, total kerugian akibat vandalisme diperkirakan mencapai Rp 80 miliar. “Kemarin kami perhitungkan sekitar Rp 80 miliar (total kerugian akibat aksi vandalisme),” ungkap Rivan.

