Mendag Budi Masih Tetap Ngantor Meski Demo di Jakarta Makin Ricuh
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan dirinya tetap beraktivitas seperti biasa, yakni dengan bekerja di kantor meskipun adanya potensi unjuk rasa atau demonstrasi yang besar pascapenabrakan kendaraan taktis (rantis) Brimob terhadap pengemudi ojek online (ojol).
"Tetap ngantor, tetap ngantor," ucap Mendag Budi saat ditemui usai menghadiri acara pembukaan International Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) 2025.
Kantor Kemendag sendiri terletak di Jalan M. I. Ridwan Rais, Jakarta Pusat 10110 yang mana lokasinya sangat strategis dan berada di dekat kawasan Istana Negara, Jakarta. Namun, Mendag Budi memastikan dirinya tetap bekerja di kantor dan tak masalah dengan adanya aksi demonstrasi tersebut.
"Ya biasa (bekerja di kantor) enggak ada masalah," ungkapnya.
Menyikapi aksi demontrasi yang diprediksi akan terjadi pada hari ini, sejumlah kementerian/lembaga memutuskan untuk menerapkan work from home (WFH) kepada seluruh pegawai ataupun pegawai negeri sipil (PNS). Pasalnya, jika terjadi demo, maka sejumlah lalu lintas akan lumpuh, beserta juga transportasi umumnya.
Baca Juga
DPR Keluarkan Surat Edaran Imbau Pegawai WFH Imbas Rencana Demo Buruh
Pemerintah juga sebelumnya telah membatalkan dua agenda ekonomi besar yaitu laporan APBN KiTa edisi Agustus 2025 dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Istana Negara yang akan digelar pada Jumat (29/8/2025).
Terkait aksi demontrasi yang menewaskan seorang pengemudi ojek online, yakni Affan Kurniawan, residen Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa yang sebesarnya. Ia juga menginstruksikan insiden tersebut diusut tuntas dan transparan.
“Atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini,” ujar Presiden dalam pernyataannya, Sabtu (30/8/2025).

